JEMBER – Beredarnya kunci jawaban palsu Ujian Nasional (UN) dari media sosial di sejumlah sekolah di Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, membuat heboh. Untuk menghindari problematika tersebut, pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jember telah melakukan langkah preventif jauh-jauh hari.

Seperti dilansir media, baru memasuki hari ke dua pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang diadakan serentak di Indonesia, proses tersebut telah tercemar dengan beredarnya kunci jawaban UN palsu di Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara. Mirisnya, kunci jawaban UN palsu yang beredar di sejumlah sekolah tersebut berasal dari media sosial.

Untuk mendapatkan kunci jawaban tersebut, seperti yang dialami salah seorang murid dari SMA Negeri 01 Kolaka, dia harus membandrol kunci jawaban palsu itu seharga Rp 400.000 kepada orang tidak dikenal melalui media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Lutfi Isa Anshori selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi adanya peredaran kunci jawaban palsu.

Dia memastikan kepada seluruh pihak sekolah di Jember, mulai dari kepala sekolah, guru dan murid, bahwa dalam pelaksanaan ujian nasional yang berbasis komputer ini tidak akan didapati adanya kunci jawaban. Hal tersebut dikarenakan sistem pelaksanaan ujian diadakan secara acak dan sangat sulit untuk mendapatkan celah-celah seperti itu.

“Pelaksanaanya memakai komputer, soal yang ada juga diacak. Pastinya sangat sulit untuk melakukan kecurangan,” jelasnya.

Selain itu, Lutfi juga menyesalkan beredarnya kunci jawaban UN palsu itu tersebar melalui media sosial. Dia mengatakan bahwa dengan media sosial siapa pun dapat membuat kunci jawaban UN palsu.

Kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, karena (lanjutnya) pihak berwenang seperti pihak cabang dinas pendidikan, kepala sekolah dan guru telah melakukan pendekatan kepada murid agar percaya diri dan berusaha semaksimal mungkin.

“Kami telah mengupayakan agar murid selalu percaya diri dan tidak mudah terpengaruh, apalagi dengan kunci jawaban palsu,” teranganya kepada Memo Indonesia.

Menurut pantauan Memo Indonesia, pelaksanaan UNBK di Jember berjalan dengan lancar. Lutfi mengatakan bahwa proses pelaksanaan belum mendapati kendala-kendala, “Saya masih belum mendapat laporan terkait kendala di lapangan,” ujarnya. Dalam pelaksanaan ujian nasional kali ini, khususnya di Jember, sedikitnya terdapat 16 orang siswa tidak mengikuti ujian nasional.

“Banyak faktor, ada yang gara-gara menikah, ada yang mondok, ada yang pindah ikut orang tuanya, dan lain-lain,” cetusnya. (hus/esb)