Share
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Ibnu Isticha saat di
Mapolda Jatim kemarin

SURABAYA – Sebanyak 2.630 personil gabungan terdiri dari Ditlantas Polda Jatim sebanyak 2100 personil, Dinas Perhubungan Jawa Timur 244 personil, TNI 244 prajurit, Jasa Raharja 20 orang, dan pihak tol 22 orang diterjunkan guna mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Ibnu Isticha mengatakan untuk operasi Ramadniya 2017 di Jawa Timur dalam pengamanan jalur mudik balik, personil akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan.

“Kita berharap untuk Jawa Timur ini, semoga tidak ada kecelakaan. Tahun kemarin selama operasi kurang lebih 58 meninggal dunia. Kita berharap untuk tahun ini bisa ditekan angka kecelakaannya,” katanya di Mapolda Jatim.

Arus mudik diprediksi oleh Ibnu Isticha akan mulai berlangsung malam Senin (19/6) dan puncaknya pada hari Kamis (22/6) malam mendatang.

“Untuk pegawai swasta hari ini THR (tunjangan hari raya) dibagikan. Ini menjadi salah satu indikator untuk arus mudik dimulai. Kalau Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru dapat H-3 sama gaji 13 dan itu puncak arus mudiknya Kamis
malam besok, karena Jumat sudah cuti bersama,” ujarnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Resmikan Operasi dan Fungsional Jalan Tol Surabaya-Kertosono

 

Sebaliknya, kata dia, untuk puncak arus balik akan terjadi pada H+7 Lebaran atau tanggal 2 Juli 2017.

“Puncak arus baliiknya H+7 karena hari Senin tanggal 3 Juli semua harus sudah kembali kerja,” katanya.

Selain itu, dijelaskannya Polda Jatim juga mendirikan Pos Pantau dan Pos Simpatik yang ditempatkan di titik blank spot dan trouble spot. Pos Pantau sejumlah 122 unit dan Pos Simpatik sejumlah 40 unit. Selain itu, disiapkan
pula 15 mobil derek, 30 unit mobil damkar, 2 Unit SPBU mobile dan 39 unit drone (alat pemantau).

“Tempat tempat yang akan menjadi trouble spot, nanti akan kita tempatkan Pos Pantau trouble spot,” jelasnya.

Lokasi yang tercatat sebagai trouble spot antara lain, Lintas Utara itu Duduk Sampean, kemudian Lintas Tengah itu Mengkreng, Saradan, dan Wilangan. Sedangkan untuk jalur wisata, Lintas Selatan ini mulai Purwosari hingga
Karang Loh ke arah Batu.

“Ini untuk jalur wisata yang perlu kita waspadai, yang perlu kita lakukan pengamanan khusus,” imbuhnya.

Masing masing lokasi troble spot dan blank spot ditambahkannya akan ditempatkan dua unit CCTV, serta dibantu dengan penggunaan drone, yang bisa dipantau secara online di posko.

“Silahkan nanti rekan-rekan wartawan, tidak usah datang kesana, silahkan dimonitor di Ro Ops maupun Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas,” pungkasnya. (sga/ron)