BANYUWANGI – Untuk menghindari konflik sosial yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Wangi, Taruna siaga bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi menyiapkan nasi bungkus untuk para calon penumpang kapal terlantar yang hendak mudik ke Sapeken, Kepulauan Madura, Kamis (22/6) pukul 15.30 WIB.

Koordinator Tagana, Dedi Utomo menjelaskan, sejak dua hari ini relawan telah membuka dapur umum di halaman kantor Pelabuhan Tanjung Wangi untuk meringankan beban para pemudik yang tertunda keberangkatannya hingga beberapa har.

“Kita hadir untuk mengurangi beban sosial pada penumpang kapal yang telantar di sini,” terangnya.

Dedi menambahkan, dari data yang dimiliki relawan Tagana, setidaknya ada 193 laki-laki, 79 Perempuan dan 27 calon penumpang anak-anak yang terlantar di kantor pelabuhan Tanjung Wang.

“Setiap kali buka dan sahur kami siapkan 400 nasi bungkus, untuk hari pertama,” tambahnya.

 

Baca Juga : Hindari Macet di Pelabuhan, Pemudik Pilih Jalan Kaki

 

Selain itu, untuk hari kedua diperkirakan hanya akan membuat 250 nasi bungkus untuk calon penumpang kapal yang mengalami ketertundaan pmberangkatan dan masih bertahan di area pelabuhan.

“Kita kurangi persediaan karena yang 150 dari kapal Prima Nusantara 01 sudah berangkat pagi dini hari,” ujarnya.

Sedangkan untuk 27 anak yang masih bertahan, oleh relawan Tagana disiapkan tambahan asupan gizi. “Kami juga menyediakan asupan gizi seperti susu dan bubur kacang hijau,” tambahnya.

Kondisi ini dirasakan manfaatnya oleh para penumpang terlantar. Seperti yang diungkapkan Sunar salah seorang penumpang asal Nganjuk yang hendak mudik ke Sapeken Pulau Madura.

“Saya sangat senang dengan adanya bantuan dari pihak Dinas Sosial untuk memberikan bantuan basi bungkus. Setidaknya ini bisa mengurangi beban kami,” ujarnya. (mam/ron)