Share

BONDOWOSO – Dinas Sosial, Permberdayaa Perempuan, dan Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bondowoso mengaku siap memberi pendampingan pada tiga anak driver ojek online (Ojol) korban pembunuhan.

Pendampingan khusus akan diberikan agar tumbuh kembangnya tetap baik. Jika diperlukan, konselor dan psikolog juga harus diturunkan.

Demikian disampaikan Anisatul Hamidah, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dikonfirmasi awak media, Jum’at (2/12/2022).

Ia mengaku siap untuk memberikan perlindungan kepada anak korban. Bahkan, jika diperlukan istri korban yang dinilai mengalami trauma. Juga akan diberikan pendampingan serius. Utamanya setelah melihat korban meninggal di depan mata kepala mereka.

Untuk melakukan hal tersebut, Anis mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Polres Bondowoso. Terlebih mereka memang sudah tergabung dalam Satgas PPA.

Terdiri dari Dinsos P3AKB, Kepolisian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan lain sebagainya. Mereka yang akan bertugas, untuk mendampingi tiga anak korban. Termasuk dari pemenuhan pendidikannya.

Baca Juga : Tim Validasi Lapangan IGA Tahun 2022 Apresiasi Inovasi Si Messem Berjaya dan Caterina

Selain itu, Konselor dan Psikolog dari Satgas PPA akan diturunkan, untuk memulihkan mental para anak. Sehingga yang bersangkutan dapat kembali beraktivitas, melakukan komunikasi sosial dan bermain sebagaimana mestinya. Tanpa harus mengalami trauma yang berlebihan.

Sementara untuk pendidikannya, Anis mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Untuk memastikan agar mereka tetap mendapat pendidikan yang layak. Baik menggunakan model daring atau bagaimana untuk sementara. Jika memang tidak menungkinkan dilakukan secara langsung.

“Yang jelas pendidikan dari anak-anak ini jangan sampai terganggu,” tegasnya.

Saat ini, tiga anak yang dimaksud masih duduk di bangku SMP, SD dan satu lainnya masih balita. Oleh sebab itu, ketika mereka masuk sekolah seperti biasanya. Diharapkan tidak ada perundungan atau bullying dari teman-temannya.

“Tentu mereka masih membutuhkan pendampingan dari kita semua,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Cinta segitiga driver Ojol (Ojek Online) di Bondowoso berakhir dengan kematian tragis.

Driver Ojol bernama Maharsuya Yusi Widigdya alias Yusi, meregang nyawa di tangan teman lelaki istrinya, yakni BH (31).(Och)