Share

BONDOWOSO – Dinas Kesehatan Bondowoso memberikan imunisasi campak-rubela pada sekitar 168.500 anak yang dilakukan oleh petugas medis baik di pusat kesehatan maupun datang ke sekolah langsung.

Kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Imron, mengemukakan program pemberian imunisasi campak-rubela itu dilakukan pada anak yang berusia sembilan bulan sampai 15 tahun. Mereka mendapatkan imunisasi secara gratis dari pemerintah.

“Jadi ini program pemerintah dan setiap anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun, yaitu mulai PAUD, taman kanak-kanak, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) mendapatkan imunisasi itu,” katanya saat ditemui Memo Indonesia (8/8).

Ia mengatakan, program imunisasi itu di Bondowoso sudah dimulai sejak 1 Agustus hingga 30 September 2017. Sampai hari ke ketujuh bulan ini, Dinkes sudah mengimunisasi sekitar 18 persen anak.

“Mudah-mudahan hari ke delapan ini bisa 20 persen. Karena harus, 95 persen dari total anak yang disasar itu bisa diimunisasi selama dua bulan ini,” jelasnya.

Seluruh petugas juga mendapatkan tugas untuk melakukan pelayanan pemberian imunisasi tersebut. Pelayanan diberikan di sekolah-sekolah, posyandu, ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya. Seluruh anak di Bondowoso juga dipastikan akan mendapatkan imunisasi tersebut.

 

Baca Juga : Desa Tingkatkan Kapasitas Tata Kelola Keuangan Melalui Siskeudes

 

“Jadi imunisasinya bisa didapat di pelayanan kesehatan, tapi di program ini kita mendatangi sekolah, Paud, SD/MI, SMP/ Mts. Kalau pada saat pelaksanaan mereka tidak hadir, kita akan melakukan sweeping, mungkin mereka tidak masuk sakit,” jelasnya.

Imron menambahkan, pemberian vaksin tersebut sangat penting, karena program imunisasi tersebut digunakan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan. Pemutusan mata rantai itu bukan hanya pada yang diimunisasi, tapi juga janin pada ibu-ibu hamil.

Pihaknya menegaskan, pencegahan dini terutama pada perempuan sangat penting dilakukan. Untuk rubela, jika ada sel ini di dalam diri perempuan, suatu saat perempuan tersebut hamil dan terjadi reaktivasi, akan terjadi sindrom rubella kongenital. Kondisi ini bisa menyebabkan anak yang dikandung mengalami cacat seperti tuli, penyakit jantung bawaan, bahkan hingga kematian.

“Sangat sangat penting, walaupun kemarin ada bayi usia satu tahun sudah dapat imunisasi dasar, imunisasi campak, pada saat ini dia umur dua tahu maka dia dapat lagi (imunisasi).”

“Saya imbau kepada masyarakat, ini karena gratis, apalagi MUI sudah mengatakan bahwa ini juga halal. Jadi bapak Ibu tidak perlu khawatir. Kalau bapak ibu tidak bisa datang ke pelayanan kesehatan, kita siap datang ke rumah-rumah,” pungkasnya. (och)