Share

BONDOWOSO – Dinas Kesehatan Bondowoso optimistis bisa mencapai target 100 persen dalam imunisasi Measles-Rubella (MR). Target ini seiring dengan kampanye imunisasi campak Rubella yang diperpanjang hingga 14 Oktober 2017.

Tuhu Suryanto, Kepala Seksi Survelance Imunisasi, Dinkes Bondowoso, mengatakan sebenarnya capaian imunisasi campak rubella hingga 30 September di Bondowoso mencapai 98,8 persen. Capaian ini telah melampaui target nasional 95 persen. Selain itu, di Bondowoso sudah ada tiga Puskesmas yang imunisasinyaa mencapai 100 persen yakni Puskesmas Binakal, Kademangan, dan Sempol.

“Kalau dari desanya cuma satu yang belum mencapai target yakni desa Dadapan, Kecamatan Grujugan. Cuma 90 persen,” ujarnya saat ditemui usai survey di Sumberwaru, Kecamatan Binakal, Rabu (4/10).

Karena ini diperpanjang, kata Tuhu, pihaknya akan melakukan survey cakupan terkait validasi data-data capaian imunisasi MR di 25 puskesmas. Termasuk juga mewujudkan 100 persen imunisasi MR, dengan menyisir di desa-desa, dan sekolah yang mungkin masih ada anak-anak yang saat imunisasi sedang keluar kota atau sedang tidak masuk sakit.

“Sekarang ini kita keliling ini melakukan survey cakupan, apakah benar ndak yang dilaporkan dengan kenyataannya. Kita lakukan random sebanyak 20 rumah. Hasilnya nanti akan menunjukkan kualitas datanya,” jelasnya.

 

Baca Juga : Dinkes Bondowoso Sasar 168 Ribu Anak Diimunisasi Rubela

 

Sebenarnya, kata Tuhu, dari capaian yang sudah di dapat di Bondowoso ini, untuk mencapai 100 persen, masih ada sekitar 1,2 persen. Kalau dihitung itu, sekitar 1.800 ribu anak.

“Jadi anak-anak ini yang jumlahnya sekitar 1.885 belum diimunisasi karena ada yang masuk kategori kontradiktif. Artinya, yang bersangkutan terkena penyakit bawaan dari lahir,” jelas Tuhu.

Selain itu, kata Tuhu, karena mungkin anak tersebut saat sedang berlangsung imunisasi, mereka ke luar kota atau sedang sakit.

“Kan kalau sakit itu harus sembuh. Jadi yang dulu sakit dan sedang keluar kota ini yang kita sasar,” tambahnya.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah tokoh masyarakat, Muspika, unsur desa juga untuk membantu menyosialisasikaan pentingnya imunisasi MR ini. Termasuk tokoh agama, agar memberikan pemahaman bahwa imunisasi ini tidak haram.

“Saya imbau kepada masyarakat agar memanfaatkan waktu hingga 14 Oktober ini untuk mengimunisasi anak-anaknya.” pungkasnya. (och)