BONDOWOSO – Seorang pemuda asal desa Kembang, kecamatan Tlogosari, Amir Faizal melaporkan pasangan Kiai Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat ke Panwaslu Kabupaten, Rabu (28.3).

Pasangn tersebut dilaporkan lantaran di dalam salah satu materi kampanye yang disampaikan oleh, Kiai Salwa Arifin saat berorasi di desa Kembang, pada Jum’at 23 Maret 2018 lalu, dinilai  telah menghina pasangan nomor urut dua, Dhafir- Hidayat.

Eko Saputra, Tim pemenangan Dhafir-Hidayat Divisi Hukum, saat mendampingi pelapor, menguraikan bahwa saat berorasi Kiai Salwa Arifin mengilutrasikan paslon nomer urut dua itu sebagai hamr atau minuman keras.

“Pada Isra’ Mi’Raj, Nabi Muhammad SAW ditawari dua minuman oleh Malikat Jibril. Kemudian, minuman pertama adalah susu, kemudian yang kedua adalah minuman keras (hamr). Kemudian ini diilutrasikan kepada pasangan nomer urut dua adalah hamr (miras) di rekamannya itu,” ujarnya.

Baca Juga : Cabup Ahmad Dhafir Bersilaturahmi dengan Belasan Tomas

Menurutnya, materi kampanye ini telah melanggar UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peratutan pemerintah pengganti UU nomer 1 tahun 2014 tentang Pilgub, Pilbup, dan Pilkot, pasal 69 tentang menghina seseorang Agama,Suku, RAS, golongan calon gubernur, bupati, walikota dan atau wakil-wakilnya.

“Jadi dengan adanya pernyataan oleh Kiai Salwa pada saat kampanye itu, pasangan Dhafir Dayat dalam hal ini, merasa terhina terhadap isi dari kampanye itu,” ujarnya.

Sementara itu, Fricas Abdillah, Ketua Panwaskab Bondowoso, ditemui di lokasi berbeda, mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan atas nama Amir Faizal. Namun demikian, pihaknya masih akan memeriksa terlebih dahulu apakah unsur-unsur materil dan formil telah dipenuhi atau tidak.

“Ya 1×24 jam akan kami sampaikan apakah laporan ini telah memenuhi syarat formil dan materiil,” pungkasnya. (och)