BONDOWOSO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun 2018 mendatang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 28,1 miliar untuk akses jalan menuju kawasan wisata di Bondowoso. Pembangunan infrastruktur jalan menuju objek wisata menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM di sela-sela kunjungannya ke objek Wisata Almour. Pihaknya menegaskan akan terus mendorong potensi yang ada di desa termasuk potensi wisata sehingga bisa menciptakan lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Prioritas pembangunan infrastruktur jalan menuju objek wisata ini menjadi perhatian khusus bapak bupati dan ketua DPRD Bondowoso. Untuk tahun 2018 mendatang, kami anggarkan sebesar Rp 28,1 miliar di enam titik. Ini kami lakukan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Karna Suswandi juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendorong kemajuan objek wisata di Bondowoso. Sehingga nantinya bisa menjadi kebanggaan sekaligus sebagai tempat destinasi wisata bagi masyarakat luas khususnya masyarakat yang mulai dikenal dengan Bondowoso Republik Kopi.

“Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dan diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi,” tambahnya.

 

Baca Juga : Kementerian PUPR Usulkan Akses Jalan Wisata Beto So’on Jadi Percontohan Nasional

 

Menurutnya, pariwisata mempunyai multidimensi dan bisa meningkatkan pendapatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata.

“Sebagai bagian dari infrastruktur dan juga memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah, kondisi jalan telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kondisi jalan yang memadai akan sangat memudahkan akses transportasi dan mempercepat pembangunan daerah,” sambungnya lagi.

Karna Suswandi menegaskan, pemerintah memiliki  komitmen melaksanakan pembangunan jalan hingga jalan pedesaan, terutama jalan-jalan menuju sentra produksi pertanian, perkebunan masyarakat, dan kawasan wisata.

“Karena jalan merupakan urat nadi pembangunan dan dasar utama peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ron)