Share

BONDOWOSO – Sumbangan dana untuk etnis rohingya terus bergulir. Salah satunya yang dicontohkan oleh sejumlah karyawan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso. Terlihat mereka sedang menyisihkan sebagian rezekinya kepada sejumlah relawan PMI yang datang langsung ke kantor setempat, Senin (11/9/2017).

Kepala Dinas PUPR, Karna Suswandi menyebutkan, inisiatif itu muncul atas rasa keprihatinannya kepada etnis rohingnya yang sampai hari ini tak kunjung usai. Mereka membutuhkan uluran tangan dermawan untuk sekedar bertahan hidup. Meski jumlah sumbangan yang terkumpul tak begitu besar, namun Karna merasa cukup bahagia. Karena di keluarga besar PUPR ada rasa kepedulian dan keinginan untuk membantu secara ikhlas.

“Ini tragedi kemanusiaan. Oleh karena itu Dinas PUPR berusaha untuk membantu. Meski jumlahnya tak begitu besar tapi kita tulus memberikan sebagai bentuk keprihatinan kami atas persoalan yang mereka alami,” ungkap Karna Suswandi.

Karna berharap bantuan yang telah disalur kan lewat PMI itu dapat memberikan keringanan yang cukup berarti bagi warga Rohingya. Ia juga berharap konflik yang sedang terjadi segera terselesaikan.

 

Baca Juga : Donasi Untuk Rohingya, PMI Fasilitasi Sumbangan Masyarakat Bondowoso

 

“Kami berharap agar mereka secepatnya memperoleh pelayanan dan tempat yang layak. Sengaja bantuan ini lewat PMI, karena PMI merupakan satu satunya lembaga kepalang merahan international yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Miftahul Huda selaku ketua PMI Bondowoso mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Bondowoso atas kepedulian dan kepercayaannya kepada PMI.

“Bantuan itu adalah bukti bahwa kepedulian kepada sesama manusia haruslah dibuktikan dengan perilaku konkret. Di antaranya adalah donasi untuk Rohingya ini. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh segenap elemen masyarakat atas kepercayaannya kepada PMI sebagai lembaga penyalur donasi,” ucap Miftah.

Untuk informasi, sampai hari ini PMI berhasil mengumpul kan dana sebesar
Rp.10.791.800. Dana tersebut akan sepenuhnya dipergunakan untuk pembangunan rumah sakit Indonesia di Rakhine. (abr)