Share

BONDOWOSO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso menggelar rapat koordinasi terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan lingkar di Desa Kejawan dan Desa Pancoran, Kecamatan Grujugan, Rabu (29/11). Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Hidayat, bersama Kepala Dinas PUPR Karna Suswandi.

“Kami harap dengan adanya pertemuan ini kita dapat menyelesaikan segala permasalahan terkait dengan pembebasan lahan seluas 2,5 hektar agar pada pelaksanaannya bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan,” ujar Sekda Hidayat.

Sementara Karna Suswandi menjelaskan bahwa pembangunan jalan lingkar ini menjadi sangat diperlukan agar kendaraan dari kawasan Jember yang hendak berangkat ke Surabaya tidak perlu melintasi kawasan kota, melainkan lewat jalan lingkar.

“Diharapkan pembangunan ini bisa berjalan dengan sabaik-baiknya sehingga pembangunan jalan lingkar ini bisa berjalan dengan lancar sukses tanpa halangan apa-apa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui berapa anggaran yang diperlukan untuk membebaskan lahan tersebut. Karena pihaknya masih menunggu hasil kajian dari tim terkait berapa harga jual lahan di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga : 2018 Dapat DAK, Dispar Bondowoso Fokus Infrastruktur dan Promosi

“Sekarang tim afrisel sudah selesai melakukan kegiatannya berkunjung ke lapangan, menyurvey harga di situ sehingga nanti bisa menentukan berapa harga yang pantas di situ,” jelasnya.

Karna lebih lanjut mengatakan, dalam pembangunan jalan lingar ini pihaknya tidak membutuhkan lahan seluas 2,5 hektar. Namun, masyarakat banyak menolak menjual lahannya setengah-setengah. Karena itu, ke depan sisa lahan akan dibentuk menjadi RTH (Ruang Terbuka Hijau).

“Akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, sehingga ke depan kekurangan kawasan hijau sedikit demi sedikit bisa tertutupi. Walau pun tidak secara keseluruhan tertutupi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan lingkar ini perlu untuk dilakukan. Karena jalan lingkar ini merupakan pengembangan kota yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kawasan ekonomi baru di daerah Bondowoso Republik Kopi. Sehingga, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di kawasan Kecamatan Bondowoso saja.

“Kita harapkan dengan pembangunan jalan lingkar ini akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di daerah Tenggarang, Grujugan (Kejawan) Curahdami, sampai dengan daerah Tegalampel. Pembangunan jalan lingkar ini sesuai dengan arahan Bapak Bupati, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (och)