BONDOWOSO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso optimistis HIPPA Sido Makmur bisa menjuarai lomba OP Irigasi Partisipatif tingkat nasional 2017. Hal itu mengingat kualitas pengelolaan irigasi juga cukup bagus sehingga meraih beragam prestasi dalam beberapa waktu belakangan ini.

Rasa optimisme tersebut diungkapkan Karna Suswandi, Kepala Dinas PUPR Bondowoso saat pelaksanaan penilaian lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Tingkat Nasional di balai Desa Cindogo Kecamatan Tapen, Selasa (13/6).

Sikap optimistis tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. Karna membeberkan beberapa prestasi yang beberapa tahun terakhir berhasil PUPR raih. Di antaranya juara pertama kategori kepala UPTD atau pengamat pengairan, juara dua kategori juru pengairan dan juara pertama lomba Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Hingga tahun ini dapat mewakili Jatim ke tingkat Nasional. Sederetan prestasi itulah yang membuat Karna berbesar hati bahwa nama Bondowoso akan harum di kancah nasional.

 

Baca Juga : Berpeluang Juara Nasional, HIPPA Sido Makmur Mulai Dinilai Tim Juri

 

“Saya yakin HIPPA Sido Makmur bisa jadi juara karena sebelumnya sudah banyak prestasi yang telah ditorehkan,” ungkap Karna.

Karna juga memaparkan program unggulan yang dipunyai Dinas PUPR yang diyakini mampu menjadi penunjang penilaian HIPPA Sido Makmur, yaitu Gema Pildasi. Keberadaan Gema Pildasi adalah upaya mengantisipasi ketika debit air berkurang. Karna menyampaikan dengan tegas, bahwa sawah binaan Sido Makmur tak pernah mengalami kekeringan.

“Gema Pildasi hadir untuk mengatasi gejala – gejala akan adanya kekurangan air, wilayah yang harus kita aliri sangat luas tapi sampai saat ini tidak ada sawah petani yang tidak teraliri dengan baik. Dan penting diketahui oleh juri, Gema Pildasi ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” papar Karna.

Seperti diketahui, dalam tahap paparan lomba yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, 21-24 Mei tersebut, paparan HIPPA Sido Makmur meraih peringkat kedua dengan nilai 418,65. Sementara peringkat pertama yaitu wakil dari DI Yogyakarta, P3A Triguna Tirta dengan nilai 424,55. Selanjutnya HIPPA Jawa Tengah memperoleh poin 400,4 dan menempati posisi ketiga. Sulawesi Selatan dengan poin 397,38 di posisi keempat dan NTT di posisi kelima dengan poin 393,00. Lima besar itulah yang saat ini mendapatkan penilaian lapangan. (esb)