Situbondo – Sebanyak 35 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri maupun swasta di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada tahun ini (2017) serentak melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Alhamdulillah 100 persen SMK negeri dan swasta pada hari ini bisa melaksanakan ujian lewat daring (dalam jaringan) kendati sejumlah sekolah dalam melaksanakan UNBK dibagi menjadi tiga gelombang (bergantian),” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Situbondo, Suroso,  Senin (3/4/2017).

Menurut dia, para peserta UNBK Tahun Ajaran 2016/2017 di beberapa SMK melaksanakan ujian akhir secara bergantian atau terbagi menjadi tiga gelombang. Hal itu karena sarana komputer tidak terpenuhi.

Ia mengemukakan, dari 35 lembaga SMK yang melaksanakan UNBK tersebut terdiri SMK negeri sebanyak 29 lembaga dan 6 SMK lainnya swasta. Dan jumlah peserta UNBK seluruhnya tercatat sebanyak 3.245 siswa.

“Untuk hari pertama mata pelajaran UNBK yaitu Bahasa Indonesia dan ujian akan berlangsung hingga empat hari mulai 3 April hingga 6 April 2017,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Situbondo Umar Said mengatakan, pelaksanaan UNBK dijamin tidak akan terjadi pemadaman listrik oleh PLN karena sekolah sudah memberikan pemberitahuan ke PLN.

“PLN Provinsi Jawa Timur lewat PLN di Situbondo sudah menyatakan tidak akan ada pemadaman selama siswa dan siswi SMK melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Dan untuk mengantisipasi kami juga menyiapkan mesin genset jika sewaktu-waktu terjadi pohon tumbang dan menyebabkan listrik padam,” katanya.

Pantauan Memo Indonesia, hari pertama pelaksanaan UNBK Bupati Situbondo juga melakukan pemantauan guna memastikan siswa SMK melaksanakan ujian dalam jaringan tidak ada kendala dan berjalan dengan baik. (yud/esb)