BONDOWOSO – Sejumlah warga Desa Taal, Kecamatan Tapen mengadukan Kepala desanya ke Kejaksaan Negeri Bondowoso, Senin (3/8/2020).

Aduan dilayangkan lantaran Kepala Desanya ditengarai menyewakan tanah kas desa seluas 10 hektar namun tak sesuai prosedur.

Haryono, salah seorang warga yang turut melaporkan dikonfirmasi mengaku, indikasi tak sesuai prosedur dalam menyewakan tanah kas desa itu tampak dari prosesnya yang tanpa sepengetahuan BPD (Badan Pemusyarawah Desa) dan masyarakat. Harusnya, dalam akad sewa itu BPD harus tanda tangan.

“Seharusnya, kalau emmang diaewaka harus prosedur. BPD dan tokoh masyarakat harus mengetahui. Itu tertuang dalam rencana musyawarah desa. Nanti dibicarakan disitu disewakan atau dekelola sendiri tanah kas desa itu,”ungkapnya.

Selain itu tanah kas desa, katanya, disewakan melebihi jangka waktunya hingga lima tahu. Seharusnya hanya boleh disewakan selama tiga tahun.

 

Baca Juga : Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Serahkan Daging Kurban dan Beras ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

 

“Tanah kas desa disewakan melebihi jangka waktunya yaitu lima tahun. Seharusnya, harus tiga tahun itu diperbarui lagi,”ujarnya

Ia menerangkan bahwa nilai sewanya sendiri tak sebanding dengan luasan lahan. Yakni, tanah seluas 10 hektar hanya disewakan dengan nilai Rp 60juta per tahun kepada pengusaha tebu. Padahal, kata Haryono, tanah dengan luasan itu jika dikelola sendiri hasilnya bisa mencapai Rp 500juta.

“Harapan kami diproses sesuai prosedur hukum yang ada,”katanya di Halaman Kantor Kejaksaan.

Menurut Haryono, pihaknya telah mencoba untuk komunikasi dengan Kepala Desa. Bahkan, telah menggelar rapat dengan BPD maksudnya agar dipertemukan dengan Kades.

“Namun Kades selalu menghindar,”katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Taal, Welly Verianto dikonfirmasi melalui sambungan telpon dua kali ini tak memberikan jawaban.

Sementara ketika dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp tak memberikan tanggapan. Bahkan, meminta untuk tidak ramai dengan pemberitaan ini.(och)