BONDOWOSO – Munculnya dugaan hinaan kepada Bupati Salwa yang disebut tak mau sholawatan oleh seorang tokoh agama berinisial MA dalam acara Maulid Nabi di Desa Wonoboyo, pada Selasa (17/11/2020) lalu menimbulkan reaksi keras dari sayap partai PPP, yakni Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK).

Ketua GPK Bondowoso, Syaiful Bahri Husnan, menyayangkan apa yang disampaikan oleh MA dalam tauziahnya.

“Kalau ada yang bilang itu ada yang tidak mau ke sholawat sedang yang dimaksud adalah kiyai ini kan pernyataan yang sangat memfitnah. Jadi saya sangat menyayangkan itu,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa bagaimana mungkin seorang umat muslim, pengikut Nabi Muhammad SAW, terlebih ini adalah tokoh NU di Bondowoso yakni Bupati Salwa Arifin disebut tak mau sholawatan.

“Kita semua tahulah, kita umat muslim, pengikut Nabi Muhammad. Terus kalau ada yang bilang tidak mau ke sholawat itu sudah kelewatan,” tutur laki-laki yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Bondowoso itu.

Ia memberikan peringatan keras kepada MA untuk tidak mengeluarkan statement yang sifatnya provokatif.

“Dan Pilkada Situbondo itu wilayahnya Situbondo tak usah nyebut-nyebut Bondowoso. Bondowoso sudah lewat masalah Pilkada ini, sekarang kita mau merajut kebersamaan untuk pembangunan ke depan,” tutupnya.

 

Baca Juga : Swadaya, Masyarakat Aspal Sendiri Jalan Tamanan – Bondowoso

 

Untuk informasi, tokoh agama MA asal Situbondo diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin.

Dalam tauziahnya, MA diduga mengatakan bahwa Bupati Bondowoso Salwa Arifin tak mau melakukan sholawatan.

Kesaksian ini disampaikan oleh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya pada awak media.

“Iya betul (mengatakan Bupati Salwa tak mau sholawatan). Salwa tak mau sholawatan gitu,”katanya.

Ia menerangkan, saat acara sejumlah warga sempat ramai menanggapi ceramah MA.

“Kalau protes sih tidak, cuma ramai. Kok bilang begitu,” katanya menirukan gumam para peserta pengajian lainnya.

Dirinya mengaku tak tahu pasti apakah MA juga menyinggung tentang Pilkada Situbondo. Hanya saja, dirinya mengira bisa jadi singgungan Pilkada disampaikan karena memang peserta pengajian bukan hanya warga Bondowoso. Namun, ada juga warga asal Desa Rajekwesi, Desa Leprak, Kabupaten Situbondo.

Di sisi lain, sejak Jum’at (20/11/2020) juga beredar laporan kepada Bupati tentang pertemuan yang dilakukan pada Jumat, 20 November 2020 Pkl.10.10 – 11.10 Wib di Kediaman MA di Desa Klatakan Kec. Kendit.

Kegiatan dilaksanakan untuk menindak lanjuti hasil musyawarah mufakat terkait adanya dugaan ujaran kebencian terhadap Bupati Bondowoso Kh. Drs. Salwa Arifin yang terjadi pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Mushollah Sunan Kali Jogo Desa wonoboyo, Bondowoso pada hari selasa tanggal 17 November 2020 sekira pukul 14.00 Wib.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo Tubaini, dan Kapolsek Klabang, serta Kapolsek Kendit dihubungi nomernya tak aktif. Kemudian, Camat Kendit juga dihubungi tak mengangkat telpon.(och)