BONDOWOSO – Seorang warganet berinisial AM dilaporkan ke polisi oleh Pengurus DPC PKB Bondowoso, Kamis (26/7). Penyebabnya, AM diduga menyebarkan sebuah screenshoot berisi hinaan kepada pimpinan dan bacaleg PKB.

Zainul Faozan, Wakil Ketua DPC PKB Bondowoso, mengatakan, laporan ini merupakan kesepakatan bersama para caleg dan keputusan pengurus. Karena dalam screenshoot yang disebarkan oleh terlapor ada unsur hinaan, dan ujaran kebencian. Terlebih postingan tersebut dinilai sangat menyinggung seluruh keluarga DPC PKB Bondowoso.

“Jadi kami melaporkan kesini secara hukum untuk mencari kebenaran, kan boleh jadi ada kiai teriak kiai,” urai laki-laki yang kembali akan maju dalam Pileg 2019 di Dapil 5 ini.

Ia menyayangkan terlapor memposting hal tersebut, karena PKB sendiri didirikan oleh para ulama.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pelapor, Abdul Halik, mengatakan, beredarnya informasi postingan tersebut diduga memang sengaja disebarkan dengan muatan permusuhan dan kebencian terhadap seseorang atau kelompok, yang dalam hal ini kelompok PKB.

“Ini sudah memenuhi unsur dari UU nomer 19 tahu 2016 tentang IT,” urainya.

Pantaun Memo Indonesia di lapangan, pelaporan ini bermula saat AM yang tergabung di group whatsaap Aksara Naga mengirim sebuah gambar hasil screenshot yang berisi tulisan “Ambu pon..PKB je’ esse’en soarah. Ketoanah ekantoh iblis, caleg kah setan” (Read : Sudah cukup PKB tidak perlu diisi suara. Ketuanya itu iblis, calegnya setan).

Hal ini memicu perdebatan di group yang terdiri dari sekitar 242 anggota itu. Walaupun sempat dihapus, namun photo screenshoot yang telah dikirim ke group telah tersimpan di beberapa handphon anggota. (och)