Share

BONDOWOSO – Kapolres  Bondowoso AKBP Wimboko  menerima Penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Mendes PDTT  yang bertempat di gedung Makarti kemendes Jakarta selatan, Jum’at (2/12/2022).

Penghargaan tersebut  diberikan atas komitmen dan kerja keras dalam mendorong percepatan pembangunan desa di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Pada kesempatan itu pula  selain Kapolres juga ada Dandim 0822 Bondowoso, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Ketua DPRD Bondowoso, serta Ketua PCNU wilayah Kabupaten Bondowoso, yang menerima penghargaan serupa.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengungkapkan bahwa  penghargaan ini baru pertama kalinya di berikan kepada Kapolres sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh masyarakat atau pemerintahan.

Yakni mereka yang dinilai peduli  mendorong kemajuan desa sekaligus mengawal program pemerintah dalam memajukan dan mengentaskan kemiskinan melalui dana desa yang ada untuk di gunakan secara maksimal untuk pembangunan  di desa.

Sementara itu Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko mengungkapkan rasa syukur atas apa yang diberikan kemendes PDTT kepada dirinya.

Penghargaan diberikan atas inisiasinya bersama-sama Forpimda dan PCNU Bondowoso melaksanakan program ” Sapa Warga, Bina Desa”.

Baca Juga : Jelang Perayaan Natal, PCNU Situbondo Siap Kerahkan Banser Jaga Gereja

“Kami bersama sama dengan PCNU wilayah Kabupaten Bondowoso serta Forkopimda saling bersinergi untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat menampung semua aspirasi masyarakat untuk kita pecahkan bersama,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kabag Humas Polres Bondowoso,  Bobby, bahwa SAPA WARGA BINA DESA sebuah sarana komunikasi dengan mengedepankan ketokohan dan kearifan lokal dalam menjalin silaturahmi. Yakni membangun kedekatan dan sinergitas antara Polres Bondowoso dengan masyarakat.

Pihaknya meyakini bahwa dampak Positif kegiatan ini pun beragam.

Seperti di antaranya yakni tersalurkannya informasi pelaksanaan Kamtibmas dan program kepolisian lain secara langsung kepada masyarakat.

Selain itu, stakeholder terkait  bisa mengetahui secara langsung bagaimana persepsi publik.

“Dengan melibatkan NU sebagai ormas keagamaan dengan basis jamaah kuat dan besar, Polres mendapatkan akses masuk yang tepat untuk berbicara langsung dengan khalayak luas,” urainya.

Di lain sisi, melalui kegiatan yang juga dikemas dalam bentuk pengajian dan solawat, secara internal ada proses penguatan spiritualitas bagi seluruh anggota dan masyarakat yang hadir.

“Sapa warga juga menjadi media yang tepat untuk membangun kepercayaan (trust) publik kepada kepolisian. Sebab, ketidakpercayaan sering muncul dari tertutupnya kran komunikasi. Sebaliknya, keterbukaan mendasari munculnya trust. Itulah aspek penting dari program ini,” pungkasnya.(Och)