Banyuwangi – Kiprah Abdullah Azwar Anas sebagai Bupati Banyuwangi yang memiliki segudang inovasi membuat banyak daerah lain kepincut untuk menyerap inspirasi.

Tak hanya dari dalam negeri, kiprahnya juga mendapat banyak pengakuan dari mancanegara, pengakuan terkini datang dari Jepang. Anas mendapatkan kesempatan langka sebagai pembicara dalam Forum Tingkat Tinggi (High Level Forum) Leadership Enhancement and Administrative Development for Innovative Governance in Asia (LEADING) di Tokyo, Jepang.

Di forum itu, Anas menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia. Pembicara lain adalah pemimpin daerah dari Filipina, Jepang, Thailand, dan Vietnam. Forum tersebut digelar oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan The National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS).

Menurutnya, kesempatan tersebut langka dan menjadi kehormatan tersendiri. “Saya akan manfaatkan membangun jejaring antara Banyuwangi dan publik global, terutama Jepang,” ujarnya kepada Memo Indonesia.

Anas melanjutkan, JICA dan GRIPS mengundang Banyuwangi karena menilai kabupaten ini mampu melakukan percepatan pelayanan dan pembangunan daerah, meski sebelumnya mempunyai banyak tantangan, terutama keterbatasan SDM dan infrastruktur. Tantangan yang dihadapi Banyuwangi berbeda dengan kota besar yang sudah jauh lebih mapan sebelumnya.

“Kita memiliki banyak keterbatasan, tapi tidak boleh pasrah. Harus selalu bergerak, melakukan hal-hal yang bisa dilakukan. Mulai pelayanan publik, tata kelola desa, pertanian, pariwisata, dan sebagainya. Sehingga Banyuwangi terus berkembang saat ini, tentu harus diakui masih banyak kekurangan,” papar Anas.

Anas menambahkan, forum ini juga bagian dari penjajakan Jepang untuk mengetahui lebih dalam tentang berbagai potensi kemitraan yang bisa dijalin dengan berbagai daerah di Asia. Khususnya kemitraan dengan Banyuwangi.

“Jepang selama ini lebih banyak membantu Indonesia soal pembangunan infrastruktur. Mereka ingin mulai membantu penguatan birokrasi. Forum ini digunakan untuk menjajaki itu. Tentu ini kesempatan bagi Banyuwangi jika Jepang bersedia membantu program pengembangan di daerah kami,” pungkas Anas. (mif)