Share


BONDOWOSO – Desa Sukosari Kidul Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso mempertanyakan kevalidan data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019. Pasalnya, di desanya hanya ada 24 orang yang menerima bantuan tersebut. Padahal, berdasarkan data di desa tercatat masyarakat miskin di wilayahnya mencapai 841.
Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Sukosari Kidul, Abdul Azis dalam acara Kunker Bupati Zona 4 di Resi Gudang Sumber Wringin, Kamis (24/1).

“BPNT untuk desa di wilayah kecamatan Sumber Wringin datanya tidak valid, alias semerawut. Suatu contoh desa kami, Desa Sukosari Kidul,” ujarnya di hadapan Bupati Salwa Arifin dan rombongan.

Ia juga mengatakan dalam pengambilan BPNT oleh warganya masih harus datang ke kecamatan tetangga yakni kecamatan Sukosari. Pasalnya, peralatan untuk BPNT dari BNI sampai saat ini belum terealisasi.

“Desa-desa di Sumber Wringin saat ini mngambil dana tersebut ke kecamatan SUkosari. Sedangkan agen di Sumber Wringin sudah ada, tapi peralatan yang dari BNI sampai saat ini belum terealisasi.

 

Baca Juga : Terindikasi Terjadi Kebocoran PAD Pariwisata, Wabup Irwan : Kita Akan Bangun Aplikasi On Line

Menanggapi hal ini, Bupati Salwa Arifin, menerangkan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan data penerima BPNT. Karena, data masyarakat miskin sampai saat ini masih mengalami masalah.
“Akan dievaluasi data. Akan ada perbaikan data. Itu juga masalah data,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Amir Hidayat mengatakan, bahwa data masyarakat miskin yang digunakan untuk penerima BPNT yakni dari Kemensos. Sedangkan Dinsos di daerah hanya pelaksana.

Namun sayangnya Ia mengaku lpa berapa jumlah penerima BPNT di Bondowoso semuanya.

“Kalau BPNT itu digesek kemudian ngambil telur sama beras. Itu langsung di agen, seharusnya di agen itu telur sama beras sudah ada. Tapi sampai saat ini dari BNI belum mengirim nama-nama agen. Karena yang menentukan agen itu adalah BNI 46,” pungkasnya.(och)