BONDOWOSO – Desa Mengen, Kecamatan Tamanan kini menjadi salah satu kampung tangguh di Kabupaten Bondowoso.

Forkopimda meninjau langsung kesiapan dan pelaksanaan kampung tangguh di daerah itu. Dengan gowes bersama mereka memeriksa segala realisasinya, Sabtu pagi (30/5/2020).

Menurut, Kepala Desa Mengen, Suwandar, tak jauh berbeda dengan kampung tangguh umumnya, di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Jember itu, telah disiapkan lumbung pangan, dan tempat isolasi.

Setiap halaman rumah warganya juga diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan. Begitu pun, semua warga yang hendak keluar atau pun masuk ke wilayah tersebut wajib mengenakan masker.

Setiap perbatasan desanya telah ada portal yang dijaga warga dengan sistem tiga shift. Yakni, setiap shiftnya akan dijaga oleh empat kepala keluarga.

“Untuk kebutuhan konsumsinya, semuanya swadaya masyarakat. Karena kalau dicover Pemdes tak akan mampu,”ujarnya.

Menariknya, kampung tangguh di wilayahnya akan dilombakan. Ada enam kampung di desa Mengen yang akan dinilai oleh pemerintah desa setempat.

 

Baca Juga : Penuhi Nazar, Warga Situbondo Jalan Kaki 40 KM ke Makam KH. As’ad Samsul Arifin

 

Sementata itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menerangkan, keberadaan kampung tangguh ini sebenarnya menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengikuti anjuran pencegahan penularan Covid-19. Sehingga, kesadaran itu muncul dari bawah atau bottom up, bukan top down atau hanya melaksanakan perintah.

Hal ini menjadi penting karena, kata Ahmad Dhafir, masih ada masyarakat yang meremehkan virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan itu.

“Kesadaran seperti ini yang perlu dibangun di masyarakat. Yakni sadar untuk tangguh di bidang kesehatan,”ujarnya.

Komandan Kodim 0822, Letkol Inf. Jadi, mengingatkan, agar hendaknya kampung tangguh ini tak hanya sekedar simbolis perangkat desa saja yang bagus. Melainkan, kesadaran masyarakat yang paling penting.

“Kalau masyarakatnya tidak sadar, ya nanti bolak-balik mengingatkan. Tapi kalau perangkat desanya bagus, masyarakatnya mau, itu sangat enak. Pengawasan bisa berjalan optimal,”jelasnya.

Senada diterangkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, bahwa ada tujuh indikator dalam pelaksanaan kampung tangguh. Yang pertama yakni tentang kesadaran masyarakatnya.

“Bahwa pejabat desanya semua semangat, tapi masyarakatnya tidak pakai masker, masih kumpul-kumpul, tak mau ikut menjaga sana sini. Itu berarti nilainya bagi saya tak bagus,”kata Kapolres Erick.

Dari segi aspek keamanan sendiri, kata Kapolres Erick, yakni perlu adanya ketegasan dari pemerintah desa komunikasi dengan pemdes tetangga.

Untuk informasi, gugus tugas penanganan Covid-19 Bondowoso berencana membentuk kampung tangguh di setiap satu kecamatan ada satu desa. kampung tangguh pertama yang dibentuk atas inisiasi Polres Bondowoso yakni berada di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso.(och)