Share

BONDOWOSO – Sekitar 15 orang rombongan Tim independen pemantau reformasi birokrasi nasional yang dikomandani oleh Kemen PAN-RB berkunjung ke Bondowoso, Senin (26/3) malam. Kedatangannya untuk meninjau langsung progres reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Pemkab.

Pantauan di lapangan, rombongan yang sebelum itu mengunjungi Kabupaten Situbondo tiba di Pendopo Bupati sekitar pukul 20.30 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Amin Said Husni dengan jajaran Forum Pimpinan Daerah, yang terdiri atas Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Tarmuji, Plt. Sekertaris Daerah Karna Suswandi serta seluruh jajaran Kepala OPD.

Mereka kemudian menyimak pemaparan perkembangan kemajuan dan sejumlah inovasi yang telah dilakukan oleh Bondowoso Republik Kopi ini. Seperti tentang beras organik, Kopi, program Getar Desa, Stop Berduka. Termasuk juga tentang bagaimana Bondowoso berhasil merubah predikat “CC” ke “BB” dalam laporan hasil evaluasi bidang penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2017.

Baca Juga : Target Nilai “A”, Bondowoso Akan Dorong IKI

Usai itu, semua bergerak menuju jantung kota , tepatnya di depan kantor Bappeda Bondowoso, lokasi berdirinya kampung kopi. Tampak seluruh tim independen dengan ditemani oleh Bupati Amin Said Husni memasuki sebuah rumah kuno. Suasana guyub dan santai dengan ditemani Kopi Arabika khas Bondowoso, menjadi pemandangan yang tak biasa di Alun-alun kota.

Menariknya, suguhan kopi itu pun seakan menjadi teman spesial dikala beberapa anggota tim independen dan juga Bupati Amin Said Husni bergantian menyanyikan lagu-lagu nuansa 90’an.

Muhammad Yusuf AtehDeputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Kemen PAN-RB, saat dikonfirmasi media, mengatakan bahwa kopi Bondowoso enak dan mantap.

“Kopi Bondowoso enak dan mantap,” pungkasnya. (och)