Share

 

BONDOWOSO – Untuk pertama kalinya dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bondowoso saling adu “kemampuan” dalam menjabarkan visi dan misinya. Hal tersebut dilakukan dalam debat publik pertama dengan tema “Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik” di Gedung EDC (Education Development Center), Sabtu malam (21/4).

Pada debat yang berlangsung sekitar 90 menit itu, kedua paslon bukan hanya memaparkan visi dan misinya di hadapan public. Tapi, keempat putra daerah ini saling lempar pertanyaan, bahkan tak sedikit yang saling memberikan kritik terhadap janji-janji politik masing-masing. Mereka juga harus menjawab sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan oleh tiga tim ahli KPU Bondowoso, yang merupakan Rektor di tiga Universitas yakni Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, serta IAIN Jember.

Pantauan Memo Indonesia, debat berlangsung seru manakala kedua paslon saling memeberikan pertanyaan. Riuh rendah tepuk tangan penonton bergema saat jagoan masing-masing memberikan jawabannya. Kedua paslon memberikan jawaban yang terus mengundang tepuk tangan. Dalam beberapa jawaban pertanyaan yang disampaikan oleh Salwa Arifin, seringkali kali Irwan bachtiar membisikkan sesuatu kepada pasangannya tersebut. Berbeda dengan pasangan Ahmad Dhafir dan Hidayat yang lebih kompak menjawab pertanyaan baik dari paslon satu maupun pertanyaan dari panelis.

Baca Juga : Debat Publik, Paslon Dhafir-Dayat Lebih Tegas, Kuasai Materi dan Mendominasi

Adapun terkait materi, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Muhammad Hazmi, mengatakan, bahwa dalam beberapa hal kedua paslon menguasai materi. Namun, dalam pendalaman materi mereka kesulitan, penyebabnya system yang acak. Sehingga, panelis tidak bisa membuat struktur jawaban yang bagus.

“tapi secara general kedua-duanya oke,” ujarnya.

Ia pun menerangkan dari sekian banyak materi paslon tampak lebih memahami materi berkaitan dengan infrastruktur, dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

“Karena mereka kan incumbent,” jeelasnya.

Selanjutnya paslon Salwa Arifin dan irwan Bachtiar, dan Ahmad Dhafir dan Hidayat masih akan mengikuti dua debat publik lagi. Berdasarkan data yang diterima Memo Indonesia dari KPU Bondowoso, debat kedua akan diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2018 dengan tema “Ekonomi dan Pembangunan”. Ada pun debat terakhir atau ketiga dilaksanakan dengan tema “Kesejahteraan Rakyat” pada tanggal 3 Juni 2018. (och)