Share

SURABAYA – Belum stabilnya perekonomian Indonesia ternyata berpengaruh pada pendapatan yang diterima oleh Negara lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ironisnya hal ini berpengaruh pada Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Jawa Timur yang berpotensi kehilangan Rp.100 miliar.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Renville Antonio mengatakan belum stabilnya ekonomi Dalam Negeri dapat dilihat dari dirubahnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 50 selama 2017 hingga tiga kali. Adapun bentuknya dinamis, yang artinya menyesuaikan dana yang ada di APBN. Kalau diprosentasekan dengan sistem ini maka potensi DAU Jatim akan kehilangan Rp.100 miliar.

“Hal ini yang akan kami konsultasikan ke Kementrian Keuangan. Pasalnya saat ini dalam penyusunan anggaran, kami masih menggunakan data DAU lama yaitu sekitar Rp.300 miliar. Kalaupun kemudian ada kabar seperti ini maka akan kita bicarakan saat membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017 pada Juli mendatang,” katanya.

Meski demikian pihaknya sedikit legah setelah keliling di sejumlah UPT milik Badan Pendapatan Daerah di Jawa Timur ada potensi kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nams Kendaràan Bermotor (BBNKB) sebesar 2 persen. Dari 33 persen menjadi 35 persen, begitu dengan 35 persen menjadi 37 persen. Selain dari pajak rokok secara signifikan bisa mencapai Rp.120 miliar.

 

Baca Juga : Lepas Pegawai Purna Tugas, KPU Jatim Gelar Buka Bersama

 

“Untungnya kita ada masukan dari PKB, BBNKB dan pajak rokok. Paling tidak beban APBD Jatim tidak terlalu berat seiring berlakunya PMK 50/2017 yang cukup membebani APBD Jatim,” tegas politisi Demokrat ini.

Menurutnya, hasil keliling ke UPT yang ada di Surabaya, Sidoarjo dan Trenggalek didapatkan data jika ada kenaikan hasil pajak yang dipungut di masyarakat lewat PKB dan BBNKB masing-masing 2 persen.

“Data ini akan kami laporkan saat pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017. Sedang dari bakar minyak melalui Pertamina belum diketahui datanya secara pasti untuk mengambil pajaknya. Paling tidak hal ini akan menjadi masukan bagi tim anggaran,” pungkasnya. (sga)