BONDOWOSO – Selama sehari penuh masyarakat Bondowoso dimanjakan dengan berbagai jajanan khas tradisional Indonesia di acara Festival Kuliner Tradisional di lapangan Sukosari, Sabtu (28/10).

Acara yang digagas oleh Kecamatan Sukosari ini menyediakan puluhan jenis jajanan tradisional, di antaranya, tape bakar, lemit, cennil, sawot, kocor, sompel (nogosari), embel, jamu alar, wajik, dan beberapa jenis makanan tradisonal lainnya.

Untuk mencicipi jajanan, para pengunjung hanya perlu mengeluarkan gocek, antara Rp 500 hingga Rp 2000.  Festival kuliner tradisional pun semakin semarak dengan hadirnya musik patrol yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami.

Salah seorang pengunjung, Yudha, dari Sukosari, mengaku senang karena ada beberapa jajanan tradisional yang hanya bisa dijumpai pada moment-moment tertentu dan bisa Ia dapati dengan mudah di festival ini. Ia sendiri menikmati kue wajik dan kocor.

 

Baca Juga : Soal Kisruh Klinik Kusuma Bhakti, Pemkab Turun Tangan

 

“Paling favorit itu wajik. Sayang sekali sih cuma sehari acaranya,” paparnya pada Memo Indonesia.

Sekertaris Daerah Hidayat, saat membuka acara ini, mengatakan festival kuliner tradisional merupakan salah satu upaya dalam melestarikan dan menghidupkan kembali jajanan khas Bondowoso. Ke depan diharapkan jajanan khas ini juga bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Bondowoso Republik Kopi. Sekaligus diharapkan jajanan khas Bondowoso bisa menjadi produk desa dengan merunut pada program One Village One Product (Satu Desa Satu Produk).

“One village one product juga dapat memacu perekonomian yang sesuai dengan potensi dan keunggulan desa setempat,” paparnya.

Ia berpesan agar masyarakat harus kreatif dalam memanfaatkan dan memandang tekonologi  sebagai salah satu sarana untuk memasarkan produk. (och)