Share

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menganggarkan Rp 7 milliar di APBD untuk memperkuat keberadaan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) baik formal maupun informal. Dari dana tersebut Rp 4 milliar di antaranya untuk insentif tenaga pendidik atau guru Pendidikan Anak Usia Dini pada 2017.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Hardiyanti, saat memberikan materi dalam acara Pelatihan Merancang Pembelajaran Kreatif di Taman Kanak-kanak melalui bermain, di Aula Disparpora, Selasa (26/9).

Ribuan guru PAUD yang mendapatkan insentif itu berasal dari sekitar 1.300 lembaga pendidikan di sekitar Bondowoso. Masing-masing guru PAUD tersebut mendapatkan insentif sebesar Rp150 ribu per bulan.

 

Baca Juga : Guru TK di Bondowoso Dilatih Mengajar Kreatif

 

Ia mengakui insentif yang diberikan kepada guru PAUD itu masih jauh dari cukup. Bahkan Ia meminta kepada Guru Paud untuk bersabar terlebih dulu, mengingat insentif guru PAUD ini masih belum bisa dinaikkan hingga 2018.

“Pada tahun 2018 mendatang akan menggelar pemilihan Bupati dan wakil bupati. Itu juga membutuhkan anggaran yang besar,” ungkap Endang.

Namun demikian dirinya memastikan bahwa banyak Guru PAUD non-ASN di Bondowoso yang mendapatkan sertifikasi.

Dalam kesempatan itu, Endang juga menyampaikan permohonan maaf karena insentif Guru Paud sempat terlambat pencairannya hingga Juni 2017. Ini terjadi karena harus memindahkan dari DPA Dikbud ke hibah keuangan dan baru dilakukan transfer ke rekening masing-masing guru PAUD. (och)