Share

BONDOWOSO – Kabupaten Bondowoso akan menggelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  2018. Komandan Kodim 0822 Bondowoso pun menegaskan TNI netral dan apa pun hasil pilkada nanti, TNI tetap berada pada posisi pemersatu dan perekat kebhinnekaan.

Letkol Inf. Tarmuji juga mengingatkan seluruh prajuritnya untuk melaksanakan instruksi pimpinan terkait netralitas TNI dalam Pilkada. Pelanggaran dalam bentuk apa pun akan ditindak tegas.

“Saya yakin tidak ada (terlibat politik praktis), karena itu harga mati. Kalau terlibat ya berarti pelanggaran. Sanksinya berat itu, bisa dipecat juga,” jelasnya di sela-sela pembangunan rumah veteran di Dusun Jambe Asem, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari.

 

Baca Juga : Jelang Pilkada, Kodim Bondowoso Petakan Daerah Rawan Konflik

 

Tarmuji menjelaskan bahwa bentuk netralitas TNI juga harus terealisasi dengan tidak meminjamkan berbagai fasilitas TNI kegiatan Pilkada.

“Kita menjaga netralitas TNI sampai sekecil-kecilnya. Jadi kita tidak boleh meminjamkan fasilitas TNI untuk aktivitas parpol. Sekali pun itu saudara, nggak boleh,” jelasnya.

Sekarang pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait pemahaman tentang netralitas TNI. Bahkan, seluruh anggota saat diwajibkan untuk membawa buku saku tentang netralitas TNI.

“Anggota saat ini pun saya wajibkan membawa buku saku, sebagai pedoman,” paparnya. (och)