BONDOWOSO – Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Infantri Tarmuji pun mengaskan bahwa seluruh prajurit TNI AD, khususnya di Bondowoso tetap menjunjung tinggi netralitas yang merupakan harga mati. Khususnya terkait Pilkada serentak Pilbup dan Pilgub.

Menurutnya, bagi TNI AD, netralitas TNI merupakan jiwa, nafas, dan sikap setiap prajurit. Tidak hanya terkait dengan pesta demokrasi namun juga dalam kehidupan kesehariannya, baik di dalam kedinasan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan

“Ini sudah final, tidak bisa ditawar-tawar, bahkan diragukan maupun dipertanyakan lagi,” ujarnya pada Memo Indonesia.

Lebih jauh Ia menerangkan bahwa mengutip penyampaian dari Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh, bahwa menjelang hari pemilihan yang sudah tinggal hitungan jari, TNI AD mendorong agar seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat secara aktif dan positif, guna mendukung terlaksananya pemilihan kepala daerah serentak di 171 wilayah secara langsung, umum, jujur, adil, serta damai. Tak terkecuali di bumi Bondowoso.

Lebih lanjut dikatakan Tarmuji bahwa, jikalau ada prajurit yang terindikasi tidak netral, itu mungkin saja terjadi kepada oknum tertentu. TNI AD sangat berterima kasih menerima masukan dan kritikan, kalau memang ada prajurit yang tidak netral.

Pihaknya pun berharap ada masukan yang pasti dan jelas, siapa prajurit yang tidak netral, dari satuan mana asalnya. Sehingga bukan hanya asal bicara tapi tidak menunjukan bukti yang benar.

“Kalau ada laporkan secara resmi dan benar, pasti akan kita tindak secara tegas dan bahkan terbuka. Proses hukum terhadap prajurit yang tidak netral juga merupakan bagian dari proses demokrasi yang baik di Indonesia,” tuturnya. (och)