Share

BONDOWOSO – Beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bondowoso kekurangan murid. Kondisi itu membuat pihak sekolah terpaksa memperpanjang masa pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).

Nisfatin, Ketua PPDB SMPN 04 Bondowoso, menjelaskan pendaftaran PPDB ini akan diperpanjang sampai kuota terpenuhi. Adapun Kuota SMP 4 jumlahnya 192 dan hingga Rabu (11/7), baru terisi 117 siswa.

“Kalau dibukanya sampai pagu terpenuhi, kalau hari ini terpenuhi, ya ditutup hari ini. Kalau tidak ya terus dibuka. Kalau seandainya nanti ada kelebihan murid ya kita seleksi mana yang jaraknya terdekat dengan sekolah kami,” jelasnya. Karena setiap pendaftar itu harus melampirkan Kartu Keluarga terbaru, yang dibuat enam bulan sebelumnya, jadi zonanya bisa dilihat dari kartu keluarga tersebut.

Menurut Nisfatin, kekurangan murid ini terjadi lantaran kebijakan zonasi yang baru pertama kali dilaksanakan dan kurang disosialisasikan kepada wali murid. “Saya rasa kalau sistem zonasi ini dilakukan secara bertahap, disosialisasikan dulu ini justru baik. Karena sistem ini ada sisi positif negatifnya,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh, Totok, Ketua PPDB SMPN 6 Bondowoso. Menurutnya selain kurangnya sosialisasi, kekurangan ini juga dipicu oleh adanya paradigma “sekolah favorit” yang masih berkembang kuat di tengah-tengah masyarakat. Jadi sebenarnya, kata Totok, kebijakan zonasi ini tidak berdampak apa-apa terhadap sekolahnya.

“Ya semangatnya kan memang untuk pemerataan, sehingga tidak ada lagi sekolah-sekolah favorit. Tapi fakta di lapangan, pemikiran sekolah favorit itu masih ada,” jelasnya.

 

Baca Juga : Temui Bupati di Pendapa, HMI Bondowoso Paparkan Program Bina Desa

Di sekolahnya sendiri, baru menerima sedikitnya 42 siswa. Jumlah ini hanya memenuhi pagu dua kelas, padahal kuota yang ada yakni lima kelas. “Jadi ya kita menunggu buangan dari SMP 1, SMP 2, dan SMP 3. Kalau perpanjangannya kan sampai kuota terpenuhi. Sementara batas maksimal penerimaan sampai tanggal 17 Juli ini, jadi ya liat nanti,” paparnya.

Sementara itu, menurut sumber di SMP N 7 Bondowoso yang enggan disebutkan namanya, sistem zonasi ini bagus sekali, di mana siswa-siswa yang pintar tidak hanya akan menumpuk di satu sekolah, tapi akan merata. Namun demikian, sosialisasinya masih sangat minim. Bahkan banyak wali murid yang saat mendaftar ke SMP 7, kebingungan dengan sistem zonasi ini.

“Utamanya siswa-siswi yang dari luar kota yang mau daftar kesini. Itu kan juga harus melampirkan surat keterangan dari Dikbud,” ungkapnya. Di SMP N 7 Bondowoso, hingga pagi tadi baru ada 112 siswa yang mendaftar dari total kuota 160.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa penerimaan peserta didik baru tingkat SMP di Bondowoso menggunakan sistem zonasi, yang dibagi dengan zonasi kecamatan. Dalam sistem zonasi ini, penerimaan siswa baru di setiap sekolah, Penerimaan siswa 90 persennya melihat jarak tempat tinggal pendaftar dan langsung diterima tanpa test. Sementara, 10 persennya menggunakan test. Sementara bagi siswa dari luar kota yang akan mendaftar ke Bondowoso harus melampirkan  surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso. (och)