BONDOWOSO – Transaksi gadai di Cabang Pegadaian Bondowoso meningkat 30 Persen semenjak pandemi Corona melanda. Lonjakan nasabah terjadi dikarenakan ekonomi masyarakat mulai melemah. Untuk mencukupi kebutuhan menjelang Idul Fitri, masyarakat terpaksa memilih menggadaikan barang sebagai alternatif untuk mendapatkan uang.

Pimpinan Cabang Pegadaian Bondowoso
Eko Mudji Haryono mengakui jika adanya pandemi virus Corona membuat transaksi gadai meningkat. Menurutnya, umumnya masyarakat menggadaikan perhiasan emas dan BPKB kendaraan. Penambahan nasabah dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pedagang hingga pegawai.

“Semenjak pandemi memang ada peningkatan transaksi sebanyak 30%. Kebanyakan seperti usaha UMKM mereka katanya menurun,” jelasnya, Senin (4/5/2020).

Eko mengungkapkan, dalam sehari pengunjung di kantor Pegadaian bisa mencapai tiga ratus orang. Padahal sebelum pandemi Corona jumlah pengunjung tidak sampai menyentuh angka tersebut.

 

Baca Juga : 24 Orang di Bondowoso Reaktif Covid-19

 

Selama situasi pandemi belum berakhir, Eko memprediksi jumlah warga yang menggadaikan barangnya bisa kembali meningkat hingga 40 persen. Apalagi sektor Usaha Kecil dan Menengah sangat terpukul oleh situasi pandemi.

“Ini kan fluktuatif ya karena pembatasan jam kerja jadi kelihatannya ramai,” terangnya.

Mengenai pelayanan, pihaknya telah menjalankan sesuai protap Covid-19. Calon nasabah wajib menggunakan masker, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, membatasi jarak antar pengunjung dan wajib cuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Bahkan, untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi, pihaknya sudah menyediakan aplikasi khusus Pegadaian Digital, sehingga mereka tidak perlu mendatangi kantor Pegadaian untuk bertransaksi.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi itu agar tidak perlu datang kesini,” pungkasnya. (abr)