BONDOWOSO – Pemerintah Daerah Bondowoso memastikan bahwa bazar ramadan pada tahun ini tak dilaksanakan.

Pemkab meniadakan agenda tahunan itu untuk mencegah penularan Covid-19.

“Tidak ada. Tidak ada (bazar). Kita fokus menangani Covid-19,” jelas Sekda Syaifullah saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Senada diterangkan oleh Hary Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga wilayah setempat, dikonfirmasi Jum’at (24/4/2020), bahwa, alasan tidak dilaksanakannya agenda tahunan itu karena untuk menghindari berkumpulnya massa. Hal ini sebagaimana anjuran dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang sifatnya membuat kerumunan.

“Pelaku usahanya itu ada paguyubannya, dan kami telah menyampaikan tidak dilaksanakannya bazar melalui paguyubannya,”kata Hary.

Ia pun membeberkan bahwa anggaran untuk kegiatan bazar itu juga sudah digeser untuk penanganan Covid-19. Bahkan, sejumlah event pun juga terpaksa harus ditunda.

 

Baca Juga : Polres Bondowoso Tangkap Pelaku Alih Fungsi Lahan Ijen

 

“Ada beberapa kegiatan yang memang kita cancel. Anggaran itu juga dialihkan untuk penanganan Covid-19,”

Untuk informasi, bazar ramadan menjadi agenda rutin ramadan Pemerintah Daerah Bondowoso, dalam hal Ini Disparpora.

Ada ratusan pelaku usaha (Tahun 2019 ada sekitar 136 pelaku usaha) yang turut ikut serta dalam bazar itu. Mulai dari pengusaha kuliner, fashion hingga industri kreatif.

Tujuan pelaksanaan bazar ramadan setiap tahunnya yakni untuk menggeliatkan ekonomi di wilayah tersebut. Sekaligus, menjadi lokasi wisata kuliner jelang berbuka puasa.

Dalam pelaksanaan tahun 2019 lalu disebutkan bahwa perputaran uang yang terjadi diperkirakan mencapai Rp 5 milliar selama 25 hari. Dengan estimasi jumlah 136 pelaku usaha, dan estimasi rata-rata satu stand bisa menghasilkan Rp 2 juta, maka diperkirakan sekitar Rp 269 juta per hari.(och)