PROBOLINGGO – Cegah inflasi yang tinggi, Walikota Probolinggo, Hj Rukmini mendiskusikan langkah-langkah strategis terkait capaian inflasi yang tergolong tinggi di semester kedua tahun ini, dalam High Level Meeting (HLM), bersama BI Perwakilan Malang dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), BPS, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Bulog, Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan para distributor.

Tingginya inflasi yang sempat dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, Senin (9/7) lalu, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2018 berada dalam kisaran 0,73 persen. Peningkatan tersebut dipengaruhi permintaan terkait Hari Raya Idul Fitri.

“Inflasi di bulan Juni cukup tinggi yaitu mencapai 0,73 persen. (Tingginya inflasi ini) Karena (disumbang oleh) naiknya enam kelompok pengeluaran,” ujar Moch Machsus, kasie Distribusi.

Koordinasi tersebut diselenggarakan di Hall Bayuangga, Senin (30/7) kemarin di Bromo View Hotel itu, diakui Hj Rukmini dirasa perlu dilakukan mengingat Kota Probolinggo belum pernah mendapati capaian setinggi itu.

“Maka dari itu sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, perlu adanya peningkatan kerjasama dan koordinasi antar kota/kab dalam menjaga pasokan agar tetap aman. Dan upaya pembinaan pada oknum-oknum yang kedapatan melakukan penimbunan,” ujarnya.

Ke depan, Rukmini berharap tingkat inflasi dapat terus terjaga. Dengan demikian, angka inflasi bisa terjaga sesuai target pemerintah.

“Hal ini bisa diwujudkan dengan adanya dukungan dan kerjasama dalam menjaga kondusifitas harga pangan secara mikro dan makro. Selain itu diperlukan upaya mengoptimalkan sistem informasi harga pangan dan upaya persuasif kepada masyarakat untuk bijak berbelanja kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (afu)