Lumajang – Pasca kaburnya 17 tahanan Polres Malang dengan rincian 12 tahanan Sat Reskoba dan 5 tahanan Sat Reskrim kemarin, yang diduga kabur dengan menjebol atap kamar mandi, membuat jajaran Polres Lumajang menggelar operasi cipta kondisi secara mendadak tadi siang.

Operasi yang digelar di Jalan Raya Desa/Kecamatan Pasirian melibatkan sedikitnya 65 personil dari semua unsur jajaran. Puluhan kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan umum seperti taxi dan bus dicegat untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Sajito,SH mendampingi Kabag ops Kompol Drs. H. Sudarto mengatakan bahwa sasaran operasi selain bahan peledak (handak), senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), narkoba dan miras, juga antisipasi terhadap 17 tahanan Polres Malang yang kabur kemarin.

“Semua kendaraan yang berasal dari arah Malang dihentikan dan dilakukan pemeriksaan. Termasuk memeriksa identitas semua penumpang,” ujarnya.

Operasi dilakukan secara mendadak, selain untuk menciptakan situasi Lumajag tetap aman dan kondusif, juga untuk mempersempit ruang gerak para tahanan Polres Malang yang kabur. Sehingga mudah bagi petugas gabungan Polres Lumajang menangkap, ketika kedapatan masuk ke wilayah Lumajang.

“Operasi tadi siang hasilnya nihil, hanya menindak tegas para sopir yang ugal-ugalan di jalan, kemudian tidak punya SIM, termasuk pajak mati dan buku kir mati,” pungkasnya. (cho)