BONDOWOSO – Capaian retribusi pasar di Bondowoso pada tahun 2019 disebut melampaui target hingga 17 persen atau meningkat sekitar Rp 200 juta.

Secara terperinci yakni target penerimaan retribusi pasar pada tahun 2019 sebesar Rp. 1,1 miliar lebih, dan terrealisasi sekitar Rp 1,3 milliar.

Adapun jumlah pasar di Bondowoso yakni 16 pasar dengan jumlah pedangan sebanyak 5.147 orang.

Demikian disampailan oleh, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan Bondowoso, Sigit Purnomo, saat menyampaikan laporan dalam acara Bondowoso jadi Proyek Percontohan QRIS (Quick Response Indonesia Standart) untuk E-Retribusi, di Pendopo Bupati, Kamis (13/2/2020).

 

Baca Juga : Tingkatkan Soliditas, Perwira dan Bintara TNI Yonif Raider 514 Kostrad “Duel”

 

Ia menerangkan, sekalipun target retribusi telah terlampaui pihaknya tetap melakukan upaya-upaya untuk mengoptimalkan penerimaan PAD dari retribusi pasar. Alasannya, tak lain karena masih banyak potensi sumber pendata pasar di daerah yang bisa dioptimalkan.

“Karena masih banyak potensi sumber daya pendapatan pasar di daerah yang belum bisa kita lalui,”katanya.

Salah satunya, kata Sigit, Diskoperinsag akan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengoptimalkan pembayaran secara digital.

Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan para pedagang pasar dalam melakukan pembayaran sekaligus meningkatkan efisiensi dalam kegiatan penarikan retribusi pasar.

“Untuk itu pemerintahan kabupaten Bondowoso akan lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk pembayaran retribusi pasar dengan bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Bondowoso,”pungkasnya.(och)