MADIUN – Sekertaris DPD Hanura Jatim, Warsito SE, berpendapat bahwa berbicara soal kepentingan pasti tidak terlepas dari yang namanya berpolitik, ya politik memang penuh dengan unsur kepentingan didalamnya, mana yang menguntungkan mana yang merugikan. Seperti halnya politik yang terjadi di negara kita adalah contoh kepentingan yang real.

“Dalam politik di Indonesia tidak ada yang namanya kawan berpolitik ataupun lawan berpolitik semuanya sama yaitu satu kepentingan. Kepentingan adalah hal yang selalu dan akan selalu ada baik dalam kawan maupun lawan,” ujarnya.

Bicara soal kepentingan, diungkapkannya semua orang pasti mempunyai kepentingan baik itu kepentingan yang bersifat positif maupun kepentingan yang bersifat negatif. Namun ada sebagian orang yang tidak mau dikatakan bahwa berkawan hanya karena kepentingan, itu karena mereka belum sadar bahwa apa sebenarnya hakikat atau latar belakang berkawan itu, pasti salah satunya adalah faktor kepentingan yang selalu mengikuti.

“Maka ada istilah tidak ada kawan dan lawan abadi.Yang ada hanya kepentingan yang abadi,” ujar pria yang biasa dipanggil cak War ini.

 

 

Baca Juga : Bupati Madiun Lakukan BST di Perbatasan

 

Dicontohkannya berkawan dengan seseorang apa kepentingannya kepentingannya adalah ya ingin berkawan dengan orang tersebut karena orang tersebut baik, ganteng , cantik, humoris pintar dan sebagainya. Lalu kepentingan lawan yaitu karena kepentingan pribadi misalnya tidak sesuai dengan pendapat pribadi, tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan dan lain sebagainya.

“Jika kita sudah mengetahui hakikatnnya maka kita akan lebih bijak dalam berkawan atau berlawan.Seperti saya pernah mendengar salah satu hadits Rasul SAW,” ungkapnya.

 

Ditambahkannya, ada pribahasa yang mengatakan cintailah sesuatu sekedarnya saja karena sesuatu yang dicinta pasti akan di benci, dan bencilah sesuatu sekedarnya pula karena sesungguhnya sesuatu yang dibenci pasti akan di cinta.

“Lagi-lagi karena ada kepentingan so bijaklah dalam menggunakan kepentingan itu,” pungkasnya.(dhn)