BONDOWOSO – Pintu gerbang Cafe Java Ijen Raung milik Pemkab Bondowoso tampak terkunci rapat. Seluruh fasilitas cafe yang terletak di jantung kota ini terlihat usang. Menurut warga, Cafe binaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) itu sudah sejak lama tutup.

“Saya tiap hari lewat depan Cafe ini, pas pergi bekerja. Tidak pernah buka, paling hanya ada satu motor di dalam. Tapi gak buka,” papar Pak Izam asal Kecamatan Pujer,” Rabu (3/2/2021).

Pantauan di lokasi, sepertinya Cafe ini memang sudah lama tidak mendapat perawatan. Hampir diseluruh bagian sisi-sisinya dipenuhi dengan sampah daun dan ranting pohon yang berserakan.

Tempat memesan aneka menu tertutup rapat. Tidak ditemukan tempat duduk pengunjung pada beberapa meja yang diakan. Payung-payung pelindung meja-pun sudah terlihat rusak.

Selain telah difungsikan sebagai Cafe, juga terdapat banyak macam hasil kerajinan khas Bondowoso yang diletakkan di bagian ruang utama. Salah-satunya adalah kerajinan kuningan.

Pada era pemerintahan sebelumnya, Cafe Java Ijen Raung menjadi salah satu ujung tombak promosi branding Bondowoso Republik Kopi (BRK), disamping dijadikan showroom beranekaragam produk kerajinan khas Bondowoso.

Kepala Dinas Koperindag, Sigit Purnomo, menyebut tidak beroperasinya Cafe Java Ijen Raung diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Namun, Sigit tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Masih evaluasi SAKIP,” jawabnya singkat. (abr)