PROBOLINGGO – Untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang tangguh dalam menghadapi kemungkinan bencana tanah longsor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait lainnya melakukan penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) Tanah Longsor di Kabupaten Probolinggo, pagi tadi.

Penandatanganan lembar komitmen bersama Renkon Tanah Longsor tersebut dilakukan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama dengan Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad dan Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi dalam apel gelar relawan penanggulangan bencana Srikandi Tangguh Bencana di lapangan Desa Condong Kecamatan Gading.

Menurut Bupati Tantri, di dalam Renkon Tanah Longsor tersebut termuat siapa berbuat apa dalam menghadapi bencana tanah longsor. Hal ini merupakan wujud keseriusan Pemkab Probolinggo dalam mengantisipasi bencana tanah longsor.

“Saya berharap seluruh stakeholders untuk dapat melaksanakannya,” harapnya.

Hanya saja Bupati Tantri meminta kepada seluruh stakeholders terutama para srikandi-srikandi tangguh bencana tidak hanya pada bencana tanah longsor saja, pada bencana gunung api, bencana banjir, bencana kebakaran hutan dan bencana angin puting beliungpun juga sanggup dan siap menanggulangi.

 

Baca Juga : R17 Dapat Dukungan Dan Motivasi Dalam Pelaksanaan Program Desa Pertanian Organik

 

“Gimana siap? Marilah bersama-sama mewujudkan Kabupaten Probolinggo Tangguh Bencana. Dengan ditandatanganinya dokumen rencana kontinjensi tanah longsor ini, maka siapa berbuat apa, mudah dilakukan dan tinggal berjalan sesuai dengan dokumen ini,” ajaknya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto kepada media mengatakan jika dokumen Renkon Tanah Longsor ini akan mempermudah tindak lanjut setelah terjadi bencana. Sekaligus menyiapkan apa saja yang akan dilakukan dalam menghadapi bencana.

“Dengan adanya penandatanganan Renkon tersebut, berarti sudah ada komitmen untuk melaksanakan tupoksinya masing-masing ketika terjadi bencana longsor,” kata Anung. (afu)