BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin meninjau kelayakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dicanangkan bakal dijadikan ruang isolasi Covid-19 alternatif. Rencananya itu sebagai antisipasi apabila ruang isolasi yang telah disiapkan selama ini over kapasitas.

Setelah melakukan pengecekan ke beberapa ruangan gedung bersama Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa stake holder terkait, gedung BLK ternyata diputuskan tidak layak untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Tentu dengan beberapa pertimbangan.

“Gedung ini kurang layak untuk dijadikan ruang isolasi. Karena memang tidak dirancang sebagai untuk kesehatan,” kata Bupati Salwa usai meninjau gedung BLK, Selasa (9/6/2020).

 

Baca Juga : Nashim Khan Bersama Pelindo III Berikan Bantuan 3.500 Alat Rapid Test untuk Bondowoso

 

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. M. Imron, menguraikan beberapa sebab kurang layaknya gedung yang biasa dijadikan lokasi pelatihan tersebut, baik dari faktor fasilitas maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kalau luas gedung tidak masalah. Tapi aspek kelembapan dan pencahayaan tidak layak,” jelas Imron.

Faktor SDM juga menjadi kendala. Jika BLK dijadikan ruang isolasi maka Pemkab Bondowoso akan kelimpungan menyiapkan tenaga medis. Sebab, persediaan tenaga medis dari Kecamatan sudah tinggal sedikit karena banyak bertugas di Klinik Paru.

“Kalau suport dari petugas kesehatan di Puskesmas maka tugas-tugas jadi terkendala,” jelasnya.

Selain itu, lokasi tersebut juga tidak bisa steril. Sebab sebagian gedung BLK tetap harus melakukan kegiatan kedinasan seperti pelatihan dan sebagainya. (abr)