BONDOWOSO – Menjelang pelaksanaan perayaan idul adha 1441 H, Pemkab Bondowoso memberikan kepastian bahwa tidak ada larangan maupun pembatasan jumlah jamaah saat salat id berlangsung. Dengan cacatan, takmir masjid diwajibkan tegas menjaga para jamaah agar menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Salwa menjelaskan, jika nantinya jumlah jamaah membludak, Ia meminta para takmir masjid untuk menyediakan tempat ekstra. Terutama di pedesaan, jika terdapat masjid kecil dengan daya tampung sedikit, maka bisa memanfaatkan halaman sebagai alternatif.

“Tidak ada pelarangan. Silahkan menjalankan sholat Idul Adha tapi tetap mengacu kepada protokol kesehatan,” jelas Bupati Salwa saat kegiatan Pengarahan Bupati Tentang Pelaksanaan Ibadah Di Masjid Dan Dan Pelaksanaan Perayaan Idul Adha 1441 H Dalam Masa Tatanan Kehidupan Baru, di Pendopo Bupati, Rabu (8/7/2020).

 

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Sahwani di Botolinggo

 

Tidak hanya sholat Idul Adha, Bupati juga tengah akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) di sektor-sektor lainnya. Seperti kegiatan pernikahan dan tahlilan hingga aktifitas kerja masyarakat baik di perkantoran hingga pasar.

Mengenai resepsi pernikahan, Bupati yang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tangsil Wetan ini menerangkan bahwa masyarakat boleh melaksanakannya.

“Tapi tetap dengan ketentuan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Bondowoso, Harimas MSi., menambahkan, tidak sedikit tempat ibadah di Bondowoso yang kesulitan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, ketua takmir masjid diminta untuk menyampaikannya kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kita akan membahas tentang penyempurnaan draft yang sudah disampaikan kepada para pimpinan ormas keagamaan,” terangnya.

Bahkan, saat pelaksanaan sholat Ied berjamaah, pihaknya juga membahas tentang kemungkinan sholat dilaksanakan secara bertahap bersama dengan Kementerian Agama Bondowoso. Karena banyak masjid yang memiliki daya tampung kecil terutama di pedesaan. (abr)