Share

 

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai bahwa simulasi manasik haji yang dilakukan oleh 3.600 pelajar RA (Raudhatul Atfal) mengandung aspek pendidikan yang lengkap.

Diantaranya, aspek kognitif, pembentukan karakter, motorik atau kegiatan fisiknya. Sehingga, gebyar manasik haji ini sangat tepat diberikan kepada anak-anak di bawah usia lima tahun.

“Sehingga sekalipun ini terlihat seperti main-main bagi anak-anak. Tapi ininakan membekas. Menjadi bagian kesadaran di bawah alam sadarnya yang nanti akan mendorong energi positif ketika anak-anak ini berkembang dewasa nanti,”tambahnya.

Baca Juga : Jamaah Haji Asal Kutim Borong Kurma di Madinah

Terlebih lagi, di usia 0-6 tahun merupakan masa emas yang memiliki peran vital dalam pembentukan karakter generasi bangsa.

“Di dalam masa inilah anak-anak kita seperti kerta, masih putih dan bersih. Orang tua, dan lingkungan pendidikan inilah yang akan membentuk dan mewarnai anak-anak ini,”urainya.

Seperti diketahui, Sebanyak 3600 siswa Raudatul Athfal (RA) dan pendamping mengikuti pelatihan manasik haji tahun 2018 yang dilaksanakan oleh keluarga besar pengurus daerah (PD) Ikatan Guru Raudatul Athfal (IGRA) bekerjasama dengan kementerian agama Bondowoso di Alun-alun Rabu (05/09).(och)