Share

BONDOWOSO – Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso mengungkap kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum LSM Lumbung Informasi Masyarakat (LIRA), bernama Ahroji, warga Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan. Terbongkarnya kasus itu bermula saat pria yang menduduki jabatan sebagai Bupati LIRA Bondowoso itu terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat menjalankan aksinya di sebuah warung makan di Kecamatan Cermee, Jumat (23/11) beberapa waktu lalu.

Dalam pers rilis yang dilangsungkan Polres Bondowoso, Senin (26/11), Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah menjelaskan, tersangka melakukan pemerasan terhadap salah satu Kepala Desa yang dituduh telah melakukan tindak penyalahgunaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Kemudian tersangka meminta sejumlah uang tebusan atau sebagai uang damai agar persoalan tersebut tidak dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Tersangka telah memeras seorang Kepala Desa yang dituduh telah melakukan penyalahgunaaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Karena takut programnya terbengkalai, akhirnya korban mengikuti permintaan tersangka. Yaitu memberikan uang dengan jumlah yang banyak. Namun, aksi tersebut telah tercium oleh kepolisian,” paparnya.

AKBP Febriansyah mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan. Kepolisian akan memastikan apakah masih ada keterlibatan pihak lain dalam aksi pemerasan tersebut.

“Kami tidak bisa banyak menyebutkan hal, karena selanjutkan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Dalam kasus tersebut, aparat menyita barang bukti uang damai yang diminta tersangka sebesar Rp 40 juta rupiah dan sejumlah barang bukti yang ditengarai sebagai alat tersangka dalam melakukan aksinya. Yaitu satu unit mobil Grand Livina, satu buah ponsel pintar dan satu ponsel polyponic.

Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman lima tahun penjara. (abr)