Share

JEMBER – Bupati Jember Faida dekalarasikan gerakan pembubaran ormas anti Pancasila. Pernyataan ini disampaikan saat peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni di Aula PB Sudirman, Jumat (2/6/2017).

Acara dikemas sarasehan tanya jawab dengan tema “Saya Indonesia-Saya Pancasila” ini dihadiri Dirjen Perundang-undangan Kementrian Hukum dan Ham RI, Prof. Dr. Widodo, sebagai keynote speaker. Selain itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Suharsono SH. Serta Prof. Dr. Halim Subahar, Ketua MUI Jember juga hadir.

Pesertanya dihadiri sekitar 500 orang lebih terdiri dari berbagai elemen, antara lain guru negeri dan swasta juga dari unsur SKPD Pemkab Jember.

Dalam sambutannya, Bupati Faida menerangkan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan falsafah hidup bangsa. “Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan bernegara dan bagaimana masyarakat Indonesia berperilaku,” terangnya.

Baca Juga : Ke Bondowoso, Mennaker: Dunia Pendidikan Harus Nyambung dengan Dunia Kerja

“Maka perlunya kita sebagai warga NKRI untuk berdemokrasi menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila yang telah dituangkan dalam sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia,” imbuhnya.

Acara tersebut memberikan pandangan lebih mengenai peran psikologi dalam konteks kebangsaan dan kebhinekaan. Perlu disadari bahwa psikologi bangsa memiliki peran untuk mengelaborasi keharmonisan dari keragaman etnis dan budaya.

Untuk itu Bupati Faida menegaskan deklarasinya siap membubarkan ormas yang anti pancasila di Jember. Orang nomor satu kabupaten berjuluk kota tembakau ini, mengajak seluruh elemen masyarakat untk menamamkan nilai-nilai NKRI untk memperkokoh keyakikan dalam bingkai slogan “Saya Indonesia-Saya Pancasila”.

Faida menambahkan makna yang terkandung dalam sila ketiga bahwa rakyat Indonesia wajiib patuh terhadap norma agama, menjaga NKRI dengan ragam suku ras dan golongan.

“Pancasila adalah jati diri bangsa. Falsasafah hidup bangsa. Dan pedoman dalam kehidupan bernegara untuk bagaimana masyarakat Indonesia berperilaku,” pungkasnya. (mam)