BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai bahwa pernikahan dini mnjadi penyebab dan pangkal dari berbagai persoalan masyarakat lainnya. Seperti di antaranya, persoalan kesehatan ibu dan anak, persoalan keselamatan persalinan, persoalan angka perceraian yang juga masih tinggi, persoalan pengasuhan anak, kurang gizi, serta rawan pangan.

“Ini bisa dicari alur pangkalanya jadi persaoalan yang kita sebut dengan pernikahan dini ini,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Hari Kesatuan gerak PKK ke-46 di Lapangan desa Paguan, kecamatan Taman Krocok, Kamis (26/4).

Ia mencontohkan salah satu akibat nyata dari pernikahan dini yakni Bondowoso maso menghadapi banyaknya kasus stunting, pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan usianya.

Baca Juga :  HKG PKK ke-46, Bupati Amin: Kalian Pahlawan Kesejahteraan Masyarakat

“Masih ditemukan ratusan kasus stunting di Bondowoso. Karena antara lain pola pengasuahan , budaya, kurangnya kecukupan asupan gisi dan berbagai persoalan lainnya,” jelasnya.

Karena hal tersebut, Bupati Amin mengajak semua pihak agar menjadi permasalahan pernikahan dini menjadi perhatian bersama kedepan. Utamanya upaya dalam melakukan pendewasaan usia pernikahan dini. Tentunya, upaya ini perlu peran serta semua unsur masyarakat, para tokoh agama, kades, kader di garda terdepan. Mengingat, ini menyangkut upaya perubahan mindset budaya masayrakat.

“Saya tetap berharap bahwa agenda ini menjadi bagian agenda kita kedepan. Dan saya menitipkan kepada yang melanjutkan kepemimpinan pemerintah Bondowoso, dan kesatuan PKK periode selanjutnya untuk tetap menjadikan agenda ini untuk terus diperjuangkan di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (och)