BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai bahwa resonansi tentang gerakan bulan Ramadan adalah bulan zakat masih belum kuat terdengar hingga tingkat kabupaten. Padahal gerakan ini sudah dicanangkan oleh Baznas tingkat nasional beberapa tahun lalu. Karenanya, sosialisasi dan pensyiaran tentang zakat kepada masyarakat ini betul-betul menjadi perhatian.

“Karena banyak orang yang bukan tak mau berzakat, tapi kalau tidak ada yang mengingatkan mungkin dia lupa. Atau jika tidak ada yang memberi tau,  mungkin dia tidak tau bagaimana cara berzakat, berapa zakat yang harus dikeluarkan, kepada siapa zakat itu disalurkan,” ini disampaikan oleh Bupati Amin Said Husni dalam acara  Layanan Zakat Pimpinan Daerah beserta Pejabat Pemkab, di Pendopo Bupati, Kamis (24/5).

Menurutnya, hasil audit Baznas Bondowoso yang dilakukan oleh akuntan publik, dan memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ini, akan menjadi modal untuk meraih kepercayaan masyarakat dalam menghimpun, mengelola, menyalurkan dan mengembangkan zakat.

Baca Juga : Panen Kopi Arabika di Bondowoso Meningkat

“Karena hal-hal yang terkait dengan uang ini, yang pertama-tama itu adalah trust atau kepercayaan,” jelas Bupati dua periode itu.

Karena biasanya ada tiga pertanyaan yang selalu muncul dalam benak para muzakki saat akan berzakat. Diantaranya, apakah zakat yang dikeluarkan ini sudah sesuai dengan ketentuan syariat.

Kemudian, apakah zakat yang dikeluarkan ini akan dikelola secara baik oleh lembaga itu, dan apakah zakat yang saya salurkan ini betul-betul disalurkan kepada oraang yang berhak dan efektif dalam rangka mencapai tujuan-tujuan zakat.

“Saya berharap Basnaz yang menurut UU menjadi salah satu lembaga yang diberikan mandat untuk menghimpun mengelola dan meyalurkan zakat, itu betul-betul bisa melaksanakan amanahnya,” pungkasnya. (och)