Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai ekstrakulikuler drumband merupakan bagain dari pendidikan karakter. Karena melalui kegiatan tersebut setiap anak didik diajarkan tentang kedisplinan, etos kerja, kekompakan, serta persahatan di antara mereka.

“Drumband bukan hanya semata-mata untuk kesenangan, bukan semata-mata untuk olahraga. Melainkan juga bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak. Yakni, untuk memperkuat kedisplinan, etos kerja, kekompakan, serta persahatan diantara mereka,” ujarnya saat Bondowoso Open Marching Festival (BOMF) Kapolres Cup III tahun 2018 yang di gelar di GOR Pelita Bondowoso, Selasa (6/3).

Karena itulah, Bupati dua periode ini meminta pada KONI dan PDBI (Persatuan Drumband Indonesia) untuk terus membina club-club drumband yang jumlahnya terus meningkat ini. Selain itu, diharapkan agar drumband bisa untuk terus diikutsertakan dalam pekan-pekan olaharaga yang akan datang.

Baca Juga : Bupati Amin Buka Bondowoso Open Marching Festival 2018

“Di dalam Prokab dan diupayakan untuk  bisa mengambil peran yang aktif dan bahkan bisa memperoleh gelar kejuaraan di dalam Porprov  tahun 2019 yang akan datang,” jelasnya.

Untuk informasi, 39 tim marching band TK, SD,SMP, SMA, dan Umum dari Bondowoso, Situbondo dan Jember berlaga di Bondowoso Open Marching Festival yang digelar mulai 6  – 8 Maret 2018 di Gor Pelita. Mereka memperebutkan piala bergilir Kapolres Cup 2018. Penyelenggaraan BOMF tahun ini memasuki tahun ketiga. Informasi dihimpun bahwa jumlah peserta dalam BOMF ini terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 lalu, peserta BOMF mencapai 24 tim, dan tahun ini meningkat jadi 39 tim. (och)