BONDOWOSO – Dalam setiap Safari Pendidik 2018, Bupati Amin Said Husni terus berpesan agar guru harus meningkatkan komitmen untuk mendidik karakter, akhlak, serta mental para generasi muda. Karena tugas dari seorang guru bukan hanya mengajar, apalagi mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada anak. Tapi lebih penting, bahkan merupakan tugas utama dari seorang guru yakni mendidik.

“Mendidik itu sasarannya adalah hati, membentuk karakter, membangun mental, mendidik akhlak. Itu sebetulnya tugas utama dari seorang guru,” ujarnya saat sambutan di acara Safari pendidikan yang berlangsung di SD Negeri 1 Jetis.

Ia pun menegaskan bahwa tugas mendidik akhlak generasi muda bukan hanya menjadi pekerjaan dari guru agama, melainkan semua guru. Untuk bisa melaksanakan tugas itu tentunya harus dimulai dari sang guru itu sendiri.

“Guru harus menjadi tauladan. Kita ingin mewariskan sesuatu kepada anak didik kita sesuatu yang sangat berhaga, yaitu akhlak,” jelasnya.

 

Baca Juga : Tiap Tahun 200-an Guru Pensiun, Bondowoso Kekurangan Guru PNS

 

Ia pun mengaku prihatin melihat di media massa bahwa banyak pemberitaan tentang penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Mulai dari narkoba, mencuri, bahkan sampai kepada tindak kriminal yang sangat memprihatinkan.

“ini titip, saya betul-betul titip. Mendidik itu harus dari hati. Orang yang mendidik dari hati, tentu akan sampai ke hati muridnya juga. Dan kalau sudah hati yang diukir itu akan tetap terpatri selamanya. Ini mungkin merupakan pesan saya pada para guru,” pesannya.

Bupati dua periode itu pun mengatakan bahwa guru itu adalah profesi yang paling mulia. Bahkan, Ia menganggap guru adalah pewaris misi para nabi.

“Misi nabi itu adalah untuk mendidik akhlak. Karena guru itu juga melaksanakan tugas mendidik akhlak, membentuk karakter maka sejatinya seorang guru itu adalah pewaris misi para Nabi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Amin menyerahkan bantuan beasiswa serta bantuan peralatan bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). (och)