BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni meminta agar tidak ada pihak yang memprovokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di alun-alun kota Bondowoso dengan isu penggusuran.Karena konsep relokasi bukanlah penggusuran, melainkan membangun objek wisata baru berbasis kuliner di Jembatan Ki Ronggo.

Bupati Amin, menjelaskan bahwa wisata kuliner yang akan dibangun ini merupakan kolaborasi dari Diskoperindag, Dispar dan Badan Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Bondowoso. Sehingga di lokasi tersebut akan dibangun sarana dan prasarana yang sekaligus juga menarik minat orang datang. “Sehingga PKL yang menempati sentra kuliner di sana sekaligus menikmati fasilitas yang ada,” jelasnya.

Fasilitas yang dimaksud di antaranya berupa pembinaan bagi PKL. Bagi PKL yang memenuhi persyaratan juga akan mendapatkan pinjaman modal dari perbankan dengan bantuan pemerintah daerah.

 

Baca Juga : Bupati Amin Targetkan Pasar Induk Sudah Ditempati

 

Sebelumnya Bupati Amin juga telah menjelaskan konsep ini di hadapan seluruh anggota DPRD di rapat paripurna Penyampaian tanggapan dan atau jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan KU dan PPAS Perubahan APBD T.A 2017, di gedung DPRD, Kamis (6/7).

Adapun fraksi yang meminta penjelasan terkait relokasi PKL yakni Fraksi Golkar. Dalam penyampaiannya, Basriati, juru bicara fraksi Golkar menjelaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan penataan kota adalah ketersediaan ruang terbuka hijau yang pada satu sisi sekaligus penyedia fasilitas yang memadai untuk berjualan PKL yang biasanya berwirausaha. Terhadap rencana relokasi PKL ini, maka fraksi Golkaar mengharapkan agar relokasi PKL ini juga memperhatikan fasilitasnya tertata secara total.(och)