Share

BONDOWOSO – Potensi desa bertambah dengan dana desa yang semakin besar. Terlebih jumlah DD setiap tahuan terus bertambah. Karenanya, hal ini perlu turut diambingi dengan kapasitas desa, serta komitmen untuk mengelola dana desa secara Te-PAT.

“Dana Desa itu harus dikelola secara tepat begitu pula dengan APBDesa harus dikelola secara tepat,” ujarnya di hadapan ratusan kepala desa dalam acara Malam Anugerah Desa Award 2017, di Aula KH Amin Said Husni, EDC Bondowoso, Kamis Malam (21/12).

Ia menguraikan bahwa Te-PAT yang dimaksud disini, yakni Tertib dan disiplin anggaran. Kemudian, Partisipatif yang artinya melibatakan masayrakat, BPD-nya, tokoh masyarakat, dan komponen desa lainnya, harus diajak partisipasinya di dalam merumuskan berbagai permasalahan desa, merencanakan pembangunan desa, serta merealisasikan program-program di desa.

“Yang ketiga A. Yakni Akuntabilitas. Dengan akuntabilitas maka kita tidak perlu khawatir bahwa program yang kita laksanakan itu betul-betul dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” jelasnya.

 

Baca Juga : Lima Kunci Sukses Membangun Desa Ala Bupati Bondowoso

 

Kemudian di huruf terakhir yakni T, bermakna Transparan. Sehingga kades tidak waswas karena keseluruhannya dapat diakses oleh masyarakat.

Menurutnya, dengan Te-PAT ini maka Ia yakin kepala desa bisa melaksanakan tugas dengan baik dan tidak perlu takut apa pun. Sekali pun ada orang yang cari-cari kesalahan tidak perlu takut.

Bupati dua periode ini pun tak lupa mengingatkan agar dalam pengadaan barang dan jasa dianjurkan dilakukan secara swakelola. Yakni dengan melibatkan masyarakat desa sebanyak-banyaknya, dilaksankan dengan gotong royong. Sehingga dengan demikian dana desa itu bisa dinikmati oleh masyarakat desa dalam bentuk upah kerja.

“Ini yang disebut cash foward, uang tunai untuk mepekerjakan masyarakat desa. Cash Foward ini merupakan pesan dari Menteri Keuangan dan Presiden untuk dapat dimplementasikan dalam pemanfaatan program-program desa,” ujarnya. (och)