Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni mengingatkan sekolah-sekolah penerima BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk lebih cermat di dalam mengelola dana BOS itu.

Di dalam pemeriksaan interim tahun 2017, Bupati Amin mengaku mendapat laporan bahwa masih terdapat banyak temuan pengelolaan BOS itu yang masih perlu dibenahi. Karena perutukan-peruntukannya itu yang tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja). Apalagi, masih banyak sekolah-sekolah yang menganggap RAB itu hanya formalitas untuk memenuhi persyaratan.

“RAB-nya itu beli meja kursi tapi belanjanya laptop. Sekali pun ini kebutuhan sekolah seperti itu, tapi kalau perencanaanya tidak nyambung dengan pelaksanaanya ini bisa menjadi temuan BPK. Masih banyak sekolah-sekolah,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara Safari Pendidikan, di SMP 1 Tamanan, Kamis (22/2).

 

Baca Juga : Alokasi Pendidikan 32,7 persen, Terbesar di APBD Bondowoso 2018

 

Ia pun mengatakan bahwa terkait hal ini pihaknya pun ke depan akan terus melakukan pembinaan kepada masing-masing sekolah. Karena ini ada kaitannya dengan peraturan-peraturan yang terus dilakukan penyempuranaan.

Ia menilai bahwa hal tersebut bukanlah bentuk pelanggaran. Terlebih, ini masih dalam audit interim atau pemeriksaan pendahuluan. Selanjutnya, masih akan dilanjutkan lagi pada awal April. Sehingga, dari Februari ke April ini adalah masa dimana bisa melakukan perbaikan-perbaikan agar sesuai dengan ketentuan yang ada.

“itu bukan pelanggaran sih, cuma peruntukkannya tidak seusia dengan RAB-nya. Dan untuk itu kita lakukan perbaikan-perbaikan. Masih ada waktu karena sekarang kan masih audit interim namanya, pemeriksanaan pendahuluan, dan nanti akan dilanjutkan lagi pada awal April dari Februari ke April ini adalah masa dimana kita melakukan perbaikan-perbaikan agar sesuai dengan ketentuan yang ada. Karena keterbatasan tenaga juga,” ujarnya. (och)