BONDOWOSO – Hadirnya perusahaan Bondowoso Indah Playwood di desa Pekauman, Kecamatan Grujugan diharapkan bisa menjadi stimulus investasi lain bagi Kota tape. Selain itu, juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan memberdayakan sumber daya manusia lokal.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri kehadiran industri plywood yang berbahan dasar sengon ini juga memunculkan kekhawatiran baru, yakni dikhawatirkan petani di Bondowoso mengalihkan lahan yang untuk tanaman pangan ke tanaman sengon.

Menanggapi hal ini, Bupati Amin Said Husni ditemui awak media usai peresmian, Sabtu (29/7), mengatakan pembangunan yang memacu bahan baku lokal ini juga tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Sejauh ini, Ia telah menyampaikan kepada masyarakat, agar berkembangan industri yang berbasis sengon ini tidak juga kemudian membuat lahan yang untuk tanaman pangan dialihkan ke tanaman sengon. Karena itu bisa mengganggu tanaman pangan itu sendiri.

“Iya ini juga sudah disampaikan ke direksi, mereka siap. Apalagi ini kan BUMN, ya jadi tidak hanya memikirkan profit tapi juga dalam rangka pemberdayaan yang juga mengemban visi lingkungan,” ujarnya.

 

Baca Juga : Diresmikan Amin, Bondowoso Indah Plywood Sasar Pasar Ekspor

 

Ia mengaku bahwa telah menyampaikan pada pihak direksi agar limbah industri ini jangan sampai mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Seperti diberitakan, Bupati Amin Said Husni meresmikan Bondowoso Indah Plywood. Perusahaan yang bergerak dibidang export plywood di Desa Pakauman, Kecamatan Grujugan Bondowoso. Selain peresmian, Bupati ditemani oleh Deputi Konstruksi Sarana, Prasarana dan Perhubungan Kementrian BUMN, Fajar Yudisiawan, juga melepas export plywood pertama ke Singapura dan Jakarta.

Deputi Konstruksi Sarana, Prasarana dan Perhubungan Kementrian BUMN, Fajar Yudisiawan, mengatakan industri plywood ini didirkan di Bondowoso karena mendekati pasokan dari bahan baku yang nantinya 70 persen dari produk ini akan di export.

“Bagusnya lagi tenaga kerjanya semua dari lokal. Kemarin struggle ini 250, kalau kita expanding kita bisa 600 orang. Produksi sekarang ini baru 24ribu kibik/tahun, nanti expanding kita bisa ke 30ribu. Dan ini bisa menjadi pengembangan ke depan,” jelasnya. (och)