Share

BONDOWOSO – Bupati amin Said Husni berharapa agar keberadaan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) di Bondowoso bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian. HKTI diharapkan juga bisa menjadi aktor yang nantinya mengambil peran dalam pengorganisasian petani. Sehingga para petani di kota tape ini bisa lebih berdaya, mampu mengakses teknologi serta permodalan.

Ia mengakui, masih banyak petani di Bondowoso yang terjerat bank “oser” (rentenir). Hal ini karena banyak petani yang ingin mendapatkan modal dengan cara yang simple, tanpa harus membawa agunan, tanpa harus mengisi formulir maupun datang ke bank.

“Padahal mestinya perbankan juga harus bisa jemput bola,” ujar Amin.

Karena itulah, di sini HKTI diharapkan ke depan juga harus bisa menjadi jembatan bagi petani. Untuk bisa mendapatkan akses terhadap permodalan usaha tani mereka dengan bunga yang rendah. Sehingga petani bisa lebih efisien serta memperoleh nilai manfaat dan kesejahteraan yang lebih besar.

 

Baca Juga : Pemuda Ogah Jadi Petani Karena Hidupnya Susah

 

Ia mengakui bahwa pemerintah tidak bisa mengkaver berbagai permasalahn pertanian yang kompleks ini. Pihaknya hanya bisa melakukan klasterisasi, pilot project, yang kemudian diupayakan untuk direplikasi secara bertahap di daerah-daerah yang lain.

“Karenanya Ini merupakan ladang garapan kita. Tantangan kita masih cukup menantang. Tinggal bagaimana kita mengambil peran masing-maisng sesuai dengan kepedulian dan pusat perhatian kita masing-masing,” ujarnya.

Untuk informasi, Bupati Amin Said Husni membuka Musyawarah dan Pelantikan Dewan Pimpinan HKTI Kabupaten, di Pendopo Bupati Jum’at sore (15/9). Dalam Musda tersebut, H Mahfidz terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Bondowoso, periode 2017-2022. H Mahfidz terpilih dalam Musyawarah Cabang HKTI Kabupaten Bondowoso, yang dihadiri para utusan HKTI dari kecamatan-kecamatan di Bondowoso.(och)