Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai bahwa sinergitas antara Baznas dengan pemerintah daerah, utamanya Dinsos dan Bappeda, sangat diperlukan  menyalurkan bantuan. Artinya, dana yang dihimpun Basnaz bisa disinergikan dengan data yang ada di pemerintah, kemudian dirancang program apa yang bisa memberdayakan, selain bantuan yang bersifat konsumtif.

Dengan skema tersebut, diharapkan zakat ini bisa memberikan dampak pemberdayaan kepada masyarakat, yang ujungnya bisa menjadi solusi dalam membantu pengentasan kemiskinan di Bondowoso.

“Kalau program-program ini bisa dirancang dengan baik kemudian disosialisasikan kepada masyarakat, ini loh baznas programnya seperti ini, kelompok binaannya adalah di desa ini desa ini, kemudian rencana-rencana ke depannya ditargetkan pada tahun 2020 akan bisa mengentaskan orang miskin, sekian-sekian,” tuturnya.

Baca Juga : Bupati Amin: Opini WTP Jadi Modal Baznas Raih Kepercayaan Masyarakat

Karena itulah, Bupati Amin Said Husni mengajak seluruh warga Bondowoso baik dari unsur ASN, untuk menunaikan kewajiban zakat. Karena, kewajiban zakat ini merupakan kebutuhan agar harta yang ada di dalam diri, betul-betul bersih.

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Baznas Kabupaten Bondowoso, KH. Muhammad Junaidi, mengatakan bahwa saat ini pengelolaan keuangan tahun 2018, saldo tahun kemarin yakni sekitar Rp 17,9 milliar. Kemudian pengumpulan pada Januari hingga April 2018 yakni sekitar Rp 276 juta. Adapun realisasinya hingga saat ini yakni sekitar Rp 203 juta.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan simulasi penyaluran zakat oleh Bupati Amin Said Husni dan Ketua DPRD Tohari kepada Basnaz Bondowoso. (och)